Industri Hotel dan Pariwisata Diprediksi Tahun ini Masih Terseok- seok | Detik Sumsel
Pemprov
Pengurus daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Sumsel - Herlan Assfiunddin (Ist)

Industri Hotel dan Pariwisata Diprediksi Tahun ini Masih Terseok- seok

Palembang, Detik Sumsel – Industri perhotelan dan pariwisata di Sumatera Selatan tahun ini diperkirakan belum ada perubahan seperti 2020 lalu, akibat dampak dari wabah covid-19. Bahkan diawal tahun ini kondisi pariwisata dan hotel masih terseok-seok apalagi saat ini belum begitu banyak kegiatan MICE yang bisa mendongkrak pertumbuhan hotel.

Pengurus daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Sumsel – Herlan Assfiunddin mengatakan, awal tahun ini progres dunia perhotelan serta pariwisata di Palembang khususnya dan Sumsel umumnya terbilang masih sulit untuk bangkit, dikarenakan masih dilanda pandemi Covid-19.

“Tapi bila dibandingkan dengan lalu, sektor ini mulai mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya,” jelasnya, Senin (11/01).

Pihaknya pun masih menaruh harapan besar, sektor perhotelan dan pariwisata akan on the track ke arah positif pada pertengahan Januari tahun 2021 ini. Ini ditunjang dari rencana pemerintah akan melakukan vaksinasi Covid-19 ke masyarakat secara komprehensif.

“Alhamdulillah di pertengahan Januari ini sudah mulai vaksinasi. Kami harapkan dengan adanya vaksinasi ini efektif mencegah Covid-19. Dengan begitu penyebaran Covid-19 dapat semakin ditekan yang pada akhirnya perlahan menggerakkan dunia perhotelan dan pariwisata,” harapnya.

Ditambahkanya, perlahan semua bergerak. larangan pemerintah terkait kegiatan event yang mengundang kerumunan dapat semakin longgar. Saat ini, pihaknya masih menahan diri sembari menunggu vaksinasi Covid-19.

“Ya, begitu sudah aman, maka akan kita genjot sektor pariwisata ini, sesuai dengan arahan menteri baru yakni dengan semangat baru, maka pariwisata bangkit,” tuturnya.

Untuk mendongkrak hal itu, pihaknya telah menerbitkan sertifikat CHSE untuk hotel. Tujuannya adalah untuk menjamin bahwa hotel ini sudah diaudit tentang kebersihan, keselamatan, dan ramah lingkungan.

Dikatanya sertifikat itu sebagai jaminan jika tempat wisata aman, dan pihaknya menjamin kalau hampir seluruh hotel sudah memiliki sertifikat tersebut.

“Kalau sekarang, walaupun sudah mengantongi sertifikat CHSE, hotel tetap tidak boleh mengadakan kegiatan. Karena di CHSE itu harus ada protokol kesehatan (prokes) meliputi pakai masker, cuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” tutupnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

UMKM Harus Melek Digitalisasi, Agar Bisa Bersaing di Tengah Pandemi

Palembang Detiksumsel – Pandemi mengubah kebiasaan hidup masyarakat dari semula kegiatan banyak dilakukan secara offline …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *