Ini Penyebab Masih Banyak Uang Tak Layak Beredar di Masyarakat | Detik Sumsel
Pemprov
Kepala Tim Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Perdi Silalahi (Maya/detiksumsel.com)

Ini Penyebab Masih Banyak Uang Tak Layak Beredar di Masyarakat

Palembang, Detik Sumsel – Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat untuk bisa menjaga uang rupiah dengan tidak melakukan coretan, memberi stample dan melibat langsung. Karena dapat mengakibatkan uang menjadi tidak layak edar.

Kepala Tim Sistem Pembayaran Bank Indonesia Perdi Silalahi menjelaskan, sebenarnya pemerintah sudah memiliki aturan yang jelas bagi perusak uang dan bisa diberikan hukuman pidana sesuai dengan UU No7 Tahun 2011 tentang mata uang rupiah Pasal 35 dengan penjara 5 tahun dan denda Rp. 1 miliar.

Diakuinya, hingga saat ini belum ada yang terpidana karena merusak uang sebab kendala utama pada pembuktian. “Sebab uang lusuh yang di terima Bank Indonesia kebanyakan dari bank lain dan kita tidak tahu siapa yang menulis dan merusak uang itu,” ungkapnya, Jum’at (29/3).

Ia menjelaskan, sejauh ini kebanyakan kerusakan uang yang beredar di masyarakat distaples dan lusuh, sehingga membuat uang tersebut tidak layak edar. Terutama dengan tingkat kelusuhan tinggi.

Ada levelnya, untuk uang pecahan besar atau Rp. 50 ribu keatas maka tingkat kelusuhan dibawah 8 dari tingkat kelusuhan 16, sedangkan uang 20 ribu ke bawah dibawah 7. “Uang yang yang lusuh tersebut harus ditukarkan di bank,”katanya.

Ia mengatakan, pada 2016 ada Rp. 8 triliun uang tidak layak edar, kemudian pada 2017 ada Rp. 6,6 triliun dan pada 2018 Rp 3,7 trilun.

“Uang yang tidak layak edar tersebut mulai dari Rp. 100 ribu hingga Rp. 1000, tapi dominan adalah pecahan Rp. 1000, Rp 2000, Rp 5000 hingga Rp 10 ribu,”jelasnya.

Perdi menghimbau agar masyarakat menyayangi rupiah dan jangan di lipat serta di gengam. Pasalnya uang yang ditarik tersebut dimusnahkan dan diganti dengan uang baru, Nah untuk uang baru ini biaya produksi lebih mahal.

Jika memang ada uang lusuh bisa ditukarkan di bank terdekat. pihaknya membuka pelayanan penukaran uang setiap Kamis. Selain itu ada juga perbankan keliling ke pasar tradisional untuk pelayanan penukaran ke pasar tradisional.

“Disamping itu, kami juga menggencarkan gerakan non tunai dengan mengandeng pemda, agar penarikan retribusi tidak menggunakan uang tunai dan meminimaliir kebocaran. Demi terwujudnya clean money city,”harapnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Tunjukkan Kartu Vaksin, Gratis 1 Jam Karaoke

Palembang, Detiksumsel – Studio Family Karaoke yang berada di komplek OPI Mall menawarkan beragam promo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *