INKA Lebarkan Sayap, Bangun Pabrik Baru di Atas Lahan 83 Hektar | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
(Kiri-kanan) Wakil Pimpinan Redaksi Bisnis Indonesia Chamdan Purwoko, Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro, Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno, dan Kasubdit Lalulintas Kemenhub Yudi Karyanto.

INKA Lebarkan Sayap, Bangun Pabrik Baru di Atas Lahan 83 Hektar

Palembang, Detik Sumsel – Tingginya permintaan produksi kereta menjadi salah satu faktor PT INKA melebarkan sayap bisnis dengan membangun pabrik kereta (workshop) di Banyuwangi. Pabrik yang berada di lahan seluas 83 hektar ini memiliki nilai investasi hingga Rp 1,3 triliun dengan bekerjasama dengan Amerika Serikat.

Pabrik pembuatan kereta yang saat ini ada di Madiun dinilai sudah over pasalnya beroperasi selama 24 jam dengan kapasitas dalam sehari membuat dua kereta. Nantinya jika pabrik yang ada di Banyuwangi rampung ditargetkan bisa mengerjakan pembuatan kereta dalam sehari hingga empat unit.

“Saat ini PT INKA tidak cukup kapasitas untuk mengcover produksi kereta sehingga harus ekspansi mencari tepat untuk pabrik, ini juga kerjasama dengan Amerika, kita siapkan lahan mereka yang berinvestasi,” ujar Budi Noviantoro, Direktur Utama PT INKA, saat acara Editor’s Day di Hotel Excelton Palembang, Selasa (30/10).

Ia menambahkan, potensi pasar ekspor PT INKA sangat besar seperti Bangladesh, Srilanka, Thailand, Filipina,Malaysia, Madagaskar, Zambia, Tanzania, Nigeria, Senegal, Mesir, Tunisia.

“Tentunya kita harus percaya diri menghadapi 2019, apalagi pasar PT INKA masih terbuka lebar bukan hanya di Indonesia saja melainkan juga di Asia, hingga belahan dunia lain,” jelasnya.

Bahkan Budi juga mengaku siap bersaing dengan negara lain terhadap produk yang dihasilkan oleh PT INKA pasalnya kereta yang dibuat juga boleh diuji kualitasnya.

Dari data kinerja dalam lima tahun terakhir ini saja, PT INKA menunjukkan catatan positif, dari nilai kontrak pesanan masuk (2013-2017) mencapai Rp 3,776 Miliar dengan penjualan mencapai Rp 2,580 Miliar.

Bahkan, PT INKA juga menjadi satu-satunya perusahaan rolling stock yang ada di Asia Tenggara, maksudnya perusahaan milik negara ini mampu menghasilkan ribuan produk, bukan hanya kereta, gerbong dan lokomotif saja melainkan juga bus.

Budi juga sempat menyinggung soal Light Rail Transit (LRT) yang trainset terakhirnya akan tiba pada Desember 2018. Termasuk juga kualitas trainset pasalnya tujuh trainset LRT tidak ada yang mengalami kerusakan pada saat terjadi angin kencang di Jakabaring pada pekan lalu.

“Kereta LRT tidak ada yang mengalami kerusakan, buktinya ketika ada hujan dan angin kencang di Jakabaring masih tetap bertahan, itu juga karena kita selalu lakukan pemeliharaan,” ungkapnya.

Sesuai dengan masa kontrak, maka PT INKA masih akan bertanggung jawab terhadap pemeliharaan dan perawatan kereta selama empat tahun.

“Kita selalu melakukan pengecekan terhadap kereta LRT karena ada daily maintenance yang kita kerjakan setiap hari termasuk hingga ke kolong kereta, dan setelah lewat empat tahun, Budi mengaku masih belum bisa memastikan perawatan akan dilakukan oleh pihaknya karena harus dilakukan pembahasan terlebih dahulu,” jelasnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Cak Amir Sebutkan Program Pengembangan SDM Nahdlatul Ulama

Palembang, Detik Sumsel – Beberapa program disiapkan Nahdlatul Ulama (NU), salah satunya Pengembangan Sumber Daya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *