Insentif 14 Vaksinator di Pagaralam Belum Dibayar

Iklan detik Sumsel

Pagaralam, Detik Sumsel – Sebagai salah satu ujung tombak penanganan pandemi covid-19 Tenaga kesehatan (Nakes) seharusnya mendapat perhatian khusus seperti mendapatkan insentif dari pemerintah.

Namun mirisnya insentif yang harusnya sudah mulai diterima malah sebagian nakes dan relawan ada yang mengeluhkan lantaran belum menerima insentif tersebut. Seperti isu yang beredar bahwa insentif untuk bulan Januari sampai dengan Maret di hanguskan hal ini relawan Nakes merasa kecewa.

Menurut salah seorang Tenaga Kesehatan (nakes) di kota Pagaralam belum ada pencairan insentif nakes dan relawan untuk COVID-19 semenjak bulan Januari sampai dengan Maret 2022. Bahkan yang anehnya lagi untuk insentif diduga tidak di cairkan pada bulan Januari sampai dengan maret 2022.

“Kami yang terdiri dari 14 orang tenaga kesehatan yang tugasnya di lingkup Polri dalam hal ini wilayah kerja Polres Pagaralam merasa kecewa dengan beredarnya isu dugaan penghapusan insentif untuk bulan Januari sampai dengan Maret 2022 ,” kata salah seorang Nakes di kota Pagaralam yang tak ingin disebutkan namanya. Rabu (20/7)

Sebelumnya tim vaksinator tersebut mendapat kabar akan mendapatkan insentif senilai Rp. 6 Juta per bulan untuk status pekerjaan

Menurut nakes tersebut dengan adanya isu penghapusan ini kami merasa kecewa karena dengan beban kerja yang mewajibkan Nakes melakukan vaksin ke warga sampai pelosok daerah terpencil.

”Namun ada teman kami yang bekerja sebagai nakes di Dinas Kesehatan sudah cair insentifnya ,” tambahnya.

Selain itu, sebanyak 14 nakes relawan yang bekerja di vaksinator Polri yang belum jelas honornya.

“Apalagi kami yang relawan vaksinator dari Polri diberi bayaran Rp. 200 ribu per-absen. Kami kira Rp.200 ribu itu belum transportnya, ternyata Rp. 200 ribu itu sudah sama transport. Kami menerima sangat sedikit untuk jasanya padahal satu kali vaksin jumlah sasarannya banyak,” ujarnya.

Menurutnya, tidak pantas jika perjalanan jauh dekat relawan dihitung sama karena menghabiskan biaya transportasi yang berbeda.

“Kami ini bingung, kalau memang Isu ini benar-benar terjadi,” katanya.

Terkait besaran insentif relawan Vaksinator yang belum cair bahkan akan di hanguskan Kapolres Pagaralam AKBP Arif Harsono S.IK MH saat di minta tanggapan pihaknya masih akan berkoordinasi dan menunggu petunjuk dari Mabes Polri.

“Kita akan berkoordinasi serta menunggu arahan dari mabes polri terkait isu penghapusan insentif relawan vaksinator pada bulan Januari sampai dengan Maret 202,”ungkapnya.(rendi)

Komentar