IPM Sumsel Makin Membaik | Detik Sumsel
Pemprov
Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih. (Istimewa)

IPM Sumsel Makin Membaik

Palembang, Detik Sumsel – Pembangunan manusia di Provinsi Sumatera Selatan terus mengalami kemajuan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Sumatera Selatan mencapai 69,39. Angka ini meningkat sebesar 0,53 point atau tumbuh sebesar 0,77 persen dibandingkan tahun 2017.

Menurut Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih, Bayi yang lahir pada tahun 2018 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 69,41 tahun, lebih lama 0,23 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir tahun sebelumnya.

“Penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,00 tahun (kelas VIII), lebih lama 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2018, masyarakat Sumatera Selatan memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebesar 10,652 juta rupiah per tahun meningkat 432 ribu rupiah dibandingkan pengeluaran tahun sebelumnya,,” katanya. Rabu (24/04)

Pada tahun 2018, pencapaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota cukup bervariasi. IPM pada level kabupaten/kota berkisar antara 63,49 dibKabupaten Penukal Abab Lematang Ilir) hingga 77,89 untuk Kota Palembang.

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, Umur Harapan Hidup saat lahir berkisar antara 64,56 tahun di Kabupaten Empat Lawang) hingga 70,32 tahun di Kota Palembang.

“Pengeluaran per kapita di tingkat provinsi berkisar antara 8,1 juta rupiah per tahun (Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir) hingga 14,6 juta rupiah per tahun (Kota Palembang). Kemajuan pembangunan manusia pada tahun 2018 juga terlihat dari status pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota,” jelas Endang.

Jumlah kabupaten/kota yang IPM nya berstatus “sedang” tetap sebanyak 14 kabupaten/kota, baik pada tahun 2017 maupun tahun 2018. Tiga kota mempertahankan status “tinggi” pada tahun 2017 dan tahun 2018 yaitu Kota Palembang, Kota Lubuk Linggau, dan Kota Prabumulih.

Peningkatan IPM di tingkat provinsi juga tercermin pada level kabupaten kota. Selama periode 2017 hingga 2018, IPM di seluruh kabupaten kota di Sumatera Selatan mengalami peningkatan.

Kemajuan pembangunan manusia di kabupaten kota didorong oleh peningkatan dimensi standar hidup layak, perbaikan dimensi pendidikan dan dimensi kesehatan.

IPM sendiri menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan metode penghitungan direvisi pada tahun 2010.

BPS mengadopsi perubahan metodologi penghitungan IPM yang baru pada tahun 2014 dan melakukan backcasting sejak tahun 2010.

IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standard hidup layak (decent standard of living).

Umur panjang dan hidup sehat digambarkan oleh Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH), yaitu jumlah tahun yang diharapkan dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir untuk bertahan hidup, dengan asumsi bahwa pola angka kematian menurut umur pada saat kelahiran sama sepanjang usia bayi.

Pengetahuan diukur melalui indikator Rata-rata Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) adalah rata-rata lamanya (tahun) penduduk usia 25 tahun ke atas yang telah atau sedang menjalani pendidikan formal. Harapan Lama Sekolah (HLS) didefinisikan sebagai lamanya (tahun) sekolah formal yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu (7 tahun) di masa mendatang. (ril/May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

UMKM Harus Melek Digitalisasi, Agar Bisa Bersaing di Tengah Pandemi

Palembang Detiksumsel – Pandemi mengubah kebiasaan hidup masyarakat dari semula kegiatan banyak dilakukan secara offline …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *