Janggal, Pemberi Gratifikasi Tidak Ditersangkakan Kejari Palembang

#Kasus Gratifikasi PTSL BPN Palembang

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, Detiksumsel.com — Profesionalitas Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang Bidang Tindak Pidana Khusus nampaknya patut dipertanyakan. Itu lantaran, hingga saat ini belum sama sekali menetapkan tersangka pemberi gratifikasi. Sementara, dua pejabat BPN kota Palembang yang dinyatakan sebagai penerima suap atas kasus PTSL di Karyajaya beberapa bulan lalu sudah diadili.

Kedua pejabat tersebut Joke Norita dan Ahmad Zairil dituntut dan terbukti menerima suap atau gratifikasi pemberian hadiah. Oleh Jaksa dan Hakim PN klas 1 A Khusus Palembang, keduanya dijerat dengan pasal 12 hurup B tentang Gratifikasi.

Karenanya, diduga ada kejanggalan yang masif dalam kasus ini. Penerima gratifikasi diketahui dan dapat diidentifikasi bahkan sudah diadili sementara oknum pemberi gratifikasi atau suap atau pemberi hadiah dalam kasus yang telah menjerat dua terdakwa Ahmad Zairil dan Joke Norita yang telah divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang tersebut belum sama sekali ada kabar maupun tindak lanjut dari pihak Kejari Palembang. Ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat apakah si penyuap tersebut tidak akan diproses atau terkesan kebal hukum.

Tak hanya itu, dalam perkara PTSL yang berada di wilayah Karyajaya ini sendiri, beberapa nama sempat disebut-sebut  di persidangan termasuk mantan Kepala Kantor BPN Kota ED yang diduga kuat turut menerima hadiah atau gratifikasi. Ada 27 sertifkat serupa yang diungkap di persidangan.

Terkait itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Palembang Boby H H Sirait SH MH melalui Kasubsi Penyidikan Aldi Rinanda Rijasa SH MH saat dikonfirmasi, perihal kelanjutan perkara PTSL 2019  mengaku masih menunggu hasil putusan incracht dari dua terdakwa sebelumnya.

“Kami dari tim penyidik dan tim JPU masih menunggu hasil upaya hukum perkara tersebut. Saat ini, masih tahap banding. Apakah hasil dari upaya tersebut putusannya nanti dapat kami tindak lanjuti terkait pemberi atau tidaknya, lihat saja nanti setelah incracht atau mempunyai hukum tetap,” t erang Aldi singkat.(**)

Komentar