JPU Hadirkan Saksi Tambahan Dalam Sidang Perkara Pemalsuan Surat Tanah | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Sidang secara virtual perkara pemalsuan surat tanah dengan terdakwa Tjik Maimunah

JPU Hadirkan Saksi Tambahan Dalam Sidang Perkara Pemalsuan Surat Tanah

Palembang, Detik Sumsel – Pengadilan Negeri Klas I A Palembang kembali menggelar sidang perkara dugaan pemalsuan surat tanah dengan terdakwa Tjik Maimunah Rabu (30/6/2021). Sidang secara virtual ini dipimpin Hakim Touch Simanjuntak SH MH.

Dalam sidang kali ini JPU Kejati Sumsel, Kiagus Anwar SH kembali menghadirkan dua orang saksi tambahan (saksi diluar berkas), yakni Abdul Rozak Bathum dan Dedi Marwansyah dari pihak pelapor Ratna Juwita Nasution.

Dalam kesaksiannya Abdul Rozak Bahtum yang membeberkan ada pemecahan 12 surat tanah dari 1 surat tanah.

“Saat itu tanah itu ada di kawasan kecamatan 8 Ulu. Saat saya pecah sertifikat tahun 2016, tanah tersebut masuk menjadi 16 ulu, sedangkan lokasi tanah sama,” ujar saksi Rozak, Rabu (30/6/2021).

Menanggapi dua saksi yang dihadirkan JPU, kuasa hukum terdakwa Tjik Maimunah, Titis Rachmawati SH MH, menilai JPU dalam mendakwa terdakwa Tjik Maimunah nampak ragu. Bahkan menilai JPU tidak profesional dan anprosuderal dalam menuntut kliennya.

Karena terbukti dengan adanya saksi tambahan diluar berkas yang dihadirkan JPU dalam persidangan, sebelum agenda tuntutan.

Saksi yang dihadirkan JPU hanya menerangkan tentang kepemilikan tanah. Namun tidak ada kaitan tentang ada nya proses pemalsuan tanah yang seperti disangkakan pada terdakwa Tjik Maimunah.

“Dari saksi pertama dihadirkan hingga saksi tambahan JPU tidak mampu membuktikan perbuatan yang disangkakan pada Tjik Maimunah,”jelas Titis Racmawati, SH MH

Lain pihak Ratna Juwita Nasution selaku pelapor mengapresiasi majelis hakim yang mengabulkan permohonan Jaksa Penuntut Umum dalam menghadirkan dua saksi tambahan dipersidangan kali ini.

“Saya mengapresiasi majelis hakim yang mengabulkan permohonan jaksa penuntut umum untuk menghadirkan dua saksi tambahan, karena keterangan saksi tambahan sangat penting untuk mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya,” ujar Ratna.

Diketahui terdakwa Tjik Maimunah pada tahun 2012, menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu fakta otentik, surat tanah, dengan cara mengajukan SPH untuk atas nama terdakwa kepada Lurah 16 Ulu dan Camat Seberang Ulu II Palembang.

Seola-olah mempunyai sebidang tanah yang terletak di Jalan Pertanahan RT.053 RW.012 Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang tanpa disertai surat/ dokumen bukti hak pemilikan yang sah, yang mana isi SPH tersebut adalah terdakwa mengakui dengan sesungguhnya bahwa mempunyai sebidang tanah usaha berukuran panjang lebih kurang 298 m dan 50 m dan 249 m dan berukuran lebar lebih kurang 108 m dan 15 m dan 80 m dengan ukuran luas lebih kurang 24.202 meter persegi yang terletak di Jalan Pertahanan Ujung RT.053 RW.012 Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang.

Bahwa terhadap Surat Pernyataan sebidang tanah yang diakui oleh terdakwa tersebut, terdakwa gunakan untuk mengklaim tanah milik saksi Ratna Juwita Nasution (pelapor) berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 5922 , Nomor 5921, Nomor 5904, Nomor 5904, Nomor 5905, Nomor 5904, Nomor 5906, Nomor 5907, Nomor 5908, Nomor 5956, dan Nomor 5745.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sebelum Mengubur dan Cor Mayat Apriyanti Tersangka Nopi dan Amir Pergi Kelokalisasi Kampung Baru

Palembang, Detik Sumsel — Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Senin (18/10/2021) merekonstruksi kasus pembunuhan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *