Jukir di Monpera Minta Bayaran Rp 100 Ribu Berhasil Diamankan | Detik Sumsel

PKN
Pemprov
Tedy Sandora Juru Parkir di Monpera yang mematok tarif 100 ribu ke bus pariwisata

Jukir di Monpera Minta Bayaran Rp 100 Ribu Berhasil Diamankan

Palembang, Detik Sumsel — Tedy Sandora (37) juru parkir liar yang viral di sosial media setelah mematok tarif Rp 100 ke bus pariwisata di Monpera Palembang berhasil diamankan anggota Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Senin (16/5/2022).

Tedy Sandora (37) warga Jalan PSI Lautan Kelurahan 35 Ilir Kecamatan IB II ini diketahui baru tiga bulan menjadi jukir liar disekitar Monpera.

“Aku ni sebenarnyo cuma jualan kopi di Monpera. Baru sekitar tiga bulan ini melok jago parkir,”kata Tedy saat diamankan di Jatanras Polda Sumsel.

Kepada polisi, Tedy membantah kalau ia sudah meminta uang parkir yang sangat mahal ke pengunjung.

Menurutnya tarif parkir seperti itu memang ia pungut kepada pengunjung pariwisata dari luar daerah Palembang.

Baca Juga :   Personel Basarnas Selami Sungai Musi Cari Bocah Tenggelam

Dirinya biasa mematok harga parkir antara Rp.30 ribu sampai Rp.100 ribu untuk kendaraan dari luar daerah.

“Saya tidak ada menyetor ke siapa – siapa. Uang parkir yang kami dapat kami bagi tiga sama teman-teman,” ucapnya.

Tedy juga merupakan mantan narapidana dalam kasus jambret dan dihukum penjara 10 bulan di tahun 2014 silam.

Parkir yang dijaga Tedy tidak memiliki surat izin dari Dinas Perhubungan.

“Tidak tahu saya kalau direkam sama ibu itu. Baru tahu viral setelah dikasih tahu teman,” ucap dia.

Diketahui aksi Tedy Saputra memaksa bayaran parkir ke Bus pariwisata sebesar Rp.100 ribu ke wisatawan di Monpera viral di sosial media.

Baca Juga :   Mantan Walikota Palembang yang Juga Mertua Gubernur HD Tutup Usia

Video tersebut beredar di sosial media. Dalam video yang beredar bus yang mengangkut wisatawan baru saja beristirahat melaksanakan salat di Masjid Agung Jayo Wikramo Palembang.

Saat akan melanjutkan perjalanan, rombongan dikejutkan dengan tindakan pelaku yang mematok tarif parkir Rp.100 ribu.

Sontak saja, hal ini menimbulkan reaksi penolakan dari rombongan wisatawan. Terjadi perdebatan antara pelaku dengan seorang perempuan diduga pemandu rombongan.

“Inikan belum sampai 30 menit pak parkir disini,” ungkap perempuan tersebut.
“Jangan semaunya minta uang Rp 100 ribu, jadi lah Rp 30 belum sampai 30 menit, mau pindah juga bus nya ini. Nanti kamu kebiasaan dengan bus-bus wisata lain, kasihan,” sambungnya.(oji)



H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sebagian Lahan Rencana IKL Diklaim Warga Bukan Milik PT Arta Prigel

Lahat, Detik Sumsel — Proses pembangunan Ibu Kota Lahat (IKL) baru di Kecamatan Lahat Selatan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.