Kadar Limbah Cair Batubara Harus Sesuai Standar | Detik Sumsel
Pemprov
Kabid Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rosivelt Herwin SE MM mengecek kadar asam di KPL PT Bukit Asam. Foto Istimewa.

Kadar Limbah Cair Batubara Harus Sesuai Standar

Lahat, Detik Sumsel — Pemkab Lahat melalui Dinas Lingkungan Hidup Lahat, terus gencar lakukan pengawasan terkait limbah cair yang dihasilkan dari aktifitas pertambangan. Salah satunya mengecek kadar larutan asam di kolam pengendapan lumpur (KPL), yang jadi metode pengelolaan limbah cair.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lahat, Ir Agus Salman, melalui Kabid Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rosivelt Herwin SE MM mengatakan, ada dua metode pengelolaan limbah cair yang di gunakan pertambangan di lahat. Yakni KPL menggunakan kapur, dan KPL menggunakan wetlaend alias lahan basah.

“Dari sebanyak tambang, baru PT Bukit Asam yang menerapkan wetlaend alias lahan basah, sisanya baru menggunakan kapur,” kata Rosivelt Herwin, Kamis (5/11).

Pria yang akrab disapa Herwin ini menuturkan, limbah cair aktifitas pertambangan ini bisa mengandung kadar asam yang tinggi, sehingga bisa mencemari air permukaan dan merusak unsur senyawa pada tanah.

“Baiknya menggunakan lahan basah, karena semakin banyak tanaman, semakin banyak unsur asam, zat besi yang terserap. Sehingga saat dikeluarkan lagi oleh tanaman senyawanya tidak berbahaya,” tuturnya.

Herwin menjelaskan, tanaman yang bisa digunakan untuk metode lahan basah diantaranya, Enceng Gondok, kemampuan menyerap zat besi 5,744 ef dan 2.420 mn. Ekor Kucing 16,548 ef, 2,420 mn. Mendong, 13,910 ef, 786 mn. Kiambang 16,073 ef, 8,198 mn, dan tanaman jenis Akar wangi 4,412 ef, 605 mn.

“Lahan basah ini biayanya besar, karna pada saat mencapai puncak metobolisme, sudah menguning, tanaman ini harus diganti baru. Kalau untuk lebih bagus, ya gunakan lahan basah,” jelas Herwin. (heru).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Kantor Dinas Perkim Pagaralam Diserbu Ulat Bulu

Pagaralam, Detik Sumsel- Pemandangan tak seperti biasanya tampak di Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *