Kakek Lubis Singgah di Pagaralam | Detik Sumsel

PKN
Pemprov
Demi membayar nazar kakek Lubis rela melakukan aksi berjalan kaki dari kota Medan ke Papua. Dan saat ni kakek lubis tiba di Kota Pagaralam Sumatera Selatan

Kakek Lubis Singgah di Pagaralam

Pagaralam, Detik Sumsel- Jika aksi berjalan kaki yang menempuh puluhan bahkan ratusan kilometer bagi sebagian besar masyarakat merupakan aksi yang diluar nalar karena sangat beresiko tiggi untuk keselamatan. Namun hal ini tidak termasuk dalam pikiran kakek bernama Fahrizal Lubis, berusia 60 tahun warga asal Tapanuli Selatan, Sumatera Utara ini.

Demi membayar nazar kakek Lubis rela melakukan aksi berjalan kaki dari kota Medan ke Papua. Dan saat ni kakek lubis tiba di Kota Pagaralam Sumatera Selatan. Dalam aksi ini kakek Lubis memiliki target 12 bulan mengelilingi pulau Sumatera.

Perjalanan dimulai pada 10 April 2021 lalu, usai Kakek Lubis dinyatakan sembuh dari lumpuh total selama dua tahun tiga bulan. Dengan memanggul tas di bahu yang bertuliskan ‘Bayar Nazar Ke Papua NTT dari Medan 10 April 2021’, kakek Lubis tiada henti mengukur jalan.

Lumpuh total yang dialami Kakek Lubis disebabkan oleh tragedi kecelakaan di Tol Cipali, Jawa Barat pada 2018 lalu. Kala itu, Kakek Lubis mengalami koma selama beberapa hari.

Baca Juga :   Seorang Santri Ponpes di Pagaralam Positif Covid-19

“Saya sempat koma selama beberapa hari. Namun saya kuat melewatinya. Setelah sadar dari koma, saya divonis oleh dokter mengalami kelumpuhan total dengan jangka panjang atau seumur hidup,” ungkap Kakek Lubis saat bersilaturahmi di Kantor SatPol PP Kota Pagaralam, Selasa (12/7).

Ia bercerita, kecelakaan dua tahun silam itu merenggut nyawa istri dan anak bungsunya. Aksi berjalan kaki dari Medan ke Papua merupakan ungkapan rasa syukur karena dapat kembali berjalan pasca mengalami kelumpuhan.

“Jadi bayar nazar bukan keliling Indonesia, tujuannya menemui anak dan cucu saya. Yang merestui bayar nazar ini adalah diri sendiri dan keluarga,”ujarnya.

Pensiunan sopir Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu itu juga mengaku sepanjang perjalanan selalu mengumpulkan masker bekas kemudian dibakar. Untuk memenuhi kesehariannya, Lubis kerap bekerja serabutan. Terkadang ada dermawan yang memberikan bantuan berupa uang kepadanya.

Baca Juga :   Sungai di Pagaralam Dipenuhi Sampah

“Saya bicara kepada anak-anak saya bahwa tidak butuh perlindungan, yang saya perlukan hanya do’a. Seringkali merasakan sakit dijalan, jika sepekan berjalan betis ini keras,”ungkapnya.

Aksi diluar nalar akal sehat yang dilakukan Kakek Lubis itu patut menjadi contoh. ‘Janji adalah hutang’, prinsip seorang kakek berkomitmen dengan janji, baik dengan orang lain maupun diri kita sendiri.

Hendrik salah satu anggota Satpol PP Kota Pagaralam mengatakan dari banyak obrolan dari beliau, Ia sangat mengagumi kegigihan kakek lubis tersebut, dimana diusia yang sudah menginjak kepala enam ini seharusnya sudah menikmati hari tua dengan keluarga, namun beliau masih saja memegang prinsip teguh dan komitmen penuh dengan keyakinan dirinya.

“Banyak cerita dari beliau yang menjadi bekal perjalanan hidup kelak, semoga cita-cita beliau berjalan kaki dari Medan sampai Papua tercapai dengan lancar.”harapnya(rendi)



H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sebagian Lahan Rencana IKL Diklaim Warga Bukan Milik PT Arta Prigel

Lahat, Detik Sumsel — Proses pembangunan Ibu Kota Lahat (IKL) baru di Kecamatan Lahat Selatan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.