Kantor Grab Palembang Adakan Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Para Mitra Disabilitas

Iklan detik Sumsel

Palembang, Detiksumsel.com — Kantor Grab Kota Palembang mengadakan kegiatan pelatihan khusus bahasa isyarat bagi para mitra driver yang mengidap disabilitas dalam acara Kopdar online dan offline pada Selasa (18/10/2022).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Fitriana; Ketua Umum DPD Gerkatin Sumsel, Iwan Oktarianto beserta jajaran pengurus Grab; dan puluhan mitra disabilitas yang hadir dalam pelatihan.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Fitriana mengapresiasi kegiatan tim Grab Kota Palembang yang telah berkolaborasi dengan Gerkatin untuk mengadakan pelatihan kursus bahasa isyarat bagi Mitra Grab yang menyandang disabilitas.

“Kegiatan hari ini sangat bermanfaat sekali bagi teman-teman mitra, khususnya memberikan layanan kepada masyarakat. Ini kesempatan memberikan pelayanan kepada teman-teman penyandang disabilitas, dan ini juga sejalan dengan apa yang sudah dilakukan dengan pemprov,” ucapnya dalam sambutan.

Lanjut, Fitriana dalam hal ini terkait dengan pemberdayaan disabilitas Pemprov Sumsel selain memberdayakan Mitra Grab, juga memberdayakan pegawai BUMN maupun pihak swasta. Menurutnya, pihak BUMN wajib mempekerjakan disabilitas sebanyak 5 persen, sedangkan untuk di perusahaan swasta 1 persen hingga 2 persen wajib mempekerjakan penyandang disabilitas. Hal ini dikatakannya merupakan sebuah bentuk kepedulian Pemprov Sumsel untuk penyandang disabilitas.

Sementara itu di akhir kegiatan, Siswantoro selaku Head of Public Affairs Regional West Java and Southern Sumatra, Grab Palembang menjelaskan tentang kegiatan pelatihan yang sedang berlangsung.

“Ada pelatihan buat mitra grab terbaik kami, jadi nanti bagaimana caranya berkomunikasi dan teman-teman yang berkebutuhan khusus yang memiliki ahli di bidangnya akan memberikan materi. ini tindak lanjut dari dua minggu yang lalu, Alhamdulillah Grab terpilih sebagai perusahaan swasta yang ramah dengan teman-teman disabilitas. Jadi ini memang bukti nyata bahwa kami peduli kesetaraan di Sumsel,” jelasnya.

Β Siswantoro mengemukakan, pelatihan bahasa isyarat terbagi menjadi dua yaitu offline dan online. Dikatakannya bahwa jumlah seluruh peserta 200 orang. Yang mana peserta yang mengikuti pelatihan online berjumlah 60 namun dalam satu komunitas bisa hingga 100 orang lebih penonton disabilitas dalam program pelatihan bahasa isyarat.

“Ini hal positif. Jadi, semoga seperti yang dikatakan Bu Kadis. Semoga perusahaan lain juga bisa seperti ini, ini merupakan komitmen kami memberikan pelayanan terbaik buat mitra kami kemudian masyarakat Sumsel pada umumnya. Jadi mudah- mudahan, program ini bisa bermanfaat bagi seluruh elemen penting di Sumatera Selatan ini,” tukasnya. (achmad fadli)

Komentar