Husni Chandra Klarifikasi Terlapor Istrinya yang Dilaporkan Dugaan Kasus Pengeroyokan | Detik Sumsel
BNI"
Advokat Husni Chandra SH MH suami oknum Polwan Polda Sumsel saat memberikan keterangan pers dihadapan awak media

Husni Chandra Klarifikasi Terlapor Istrinya yang Dilaporkan Dugaan Kasus Pengeroyokan

Palembang, Detik Sumsel — Terkait pemberitaan oknum Polwan Polda Sumsel berpangkat AKBP yang dilaporkan Rabara Roku dalam dugaan kasus pengeroyokan bersama suaminya beberapa hari lalu. Husni Chandra SH, MH suami dari terlapor oknum Polwan berpangkat perwira menengah (Pamen) yang juga sebagai advokat angkat bicara.

Husni Chandra membantah semua yang dituduhkan kepada dirinya. Bahkan Husni tidak terima jika dirinya telah mengadopsi cara-cara preman yang mengaitkan profesi Husni sebagai penegak hukum.

“Kejadian yang sebenarnya tidaklah seperti yang dituduhkan. Malah mereka yang datang ke lokasi dengan mengerahkan preman sebelum kejadian tanggal 3 Oktober kemarin,” kata Husni kepada wartawan di kantornya Jl Parameswara, Senin (25/10)

Husni menceritakan, kasus ini berawal pada tanggal 3 Oktober 2021 lalu, dirinya mendapatkan telpon dari Pandi, selaku yang diberikan amanah mengurus tanah yang diwakafkan sang istri, berinisial A. Tanah dibangun jalan setapak dan musalah di belakang Kompleks Perumahan Melaburi Bahagia Kenten, Banyuasin.

Namun, sepanjang lokasi jalan dan bangunan musalah yang belum rampung tersebut dipagar oleh Rabara Roku yang mengklaim sebagai pemilik tanah yang sah.

“Saya mencoba berkomunikasi secara baik-baik dengan saudari RR, tapi ditolak. Dia menyatakan tidak kenal dengan saya. Padahal saat itu saya mencoba berkomunikasi untuk mengajak berbicara secara baik-baik,” terang Husni.

Tidak lama setelah itu, ia dan istrinya datang ke lokasi dan terkejut melihat jalan setapak dan bangunan musalah sudah dipagar. Saat itulah Husni dan istri bertemu dengan Rabara Roku dan suaminya, Nazaruddin.

“Dalam pemberitaan saya dilaporkan datang dengan membawa senjata tajam lalu mengeroyok RR itu tidak benar. Justru saat itu RR yang terus-terusan memprovokasi kepada warga,” ungkap Husni.

Persoalan istrinya yang telah dilaporkan di Bidang Profesi dan Pengamanan di Polda Sumsel, Husni enggan menanggapinya karena istri anggota Polisi aktif.

“Kalau persoalan istri saya yang telah dilaporkan di Propam. Silakan ditanyakan langsung dengan Humas Polda Sumsel saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Ferry Burmansyah penerima wakaf tanah juga mengaku tidak ada pengeroyokan apalagi aksi premanisme yang dilakukan Husni Chandra dilokasi tanah wakaf.

“Kami warga RT 41, RW 07, Perumahan Melaburi Bahagia, termasuk yang berimplikasi pada Husni Chandra yang dibilang sebagai otak pelaku pengeroyokan, hal itu sama sekali tidak benar,” terang Ferry.

Diberitakan sebelumnya Rabara Roku, warga Komplek Villa Putri Uliya, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang melaporkan kasus penganiayaan dengan cara dikeroyok ke SPKT Polda Sumsel.

Rabara mengaku dirinya telah dianiaya diduga oleh pasangan suami istri (Pasutri) oknum Polwan perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) bersama suaminya yang merupakan oknum pengacara pada, Minggu (3/10/2021) lalu.

Laporan yang dibuat terkait masalah sengketa tanah di kawasan perumahan Kenten Azhar, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Ajak Anggota Jurnalis FC Jadi Wira Agent

Lampung, Detik Sumsel– Mandiri Tunas Finance, salah satu anak perusahaan Bank Mandiri yang bergerak dibidang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *