KDRT Dominasi Angka Perceraian di Kota Palembang | Detik Sumsel
Pemprov
Ruang Informasi dan Pengaduan Pengadilan Agama Kelas 1A Palembang

KDRT Dominasi Angka Perceraian di Kota Palembang

Palembang, Detik Sumsel – Banyaknya faktor perceraian membuat Pengadilan Agama Kelas 1A Palembang kelabakan. Menurut informasi yang dihimpun Detik Sumsel, selain kasus perzinahan, mabuk, madat, judi, poligami, cacat badan, kawin paksa, serta faktor ekonomi, faktor kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga mendominasi terkait angka perceraian di kota Palembang.

Diketahui, hingga akhir September 2018, data perceraian yang disebabkan KDRT telah mencapai 33 kasus. Sementara, untuk data 2017, kasus perceraian faktor KDRT mencapai angka 77 kasus.

“Untuk angka perceraian faktor KDRT tahun 2018 ini hingga September menurun dibandingkan tahun 2017 yang lalu,” ungkap Dodi, salah satu petugas Informasi Pengadilan Agama Kelas 1A Palembang, Senin (08/10).

Masih dikatakannya, untuk ditahun 2018, hampir 20% kasus perceraian yang tercatat di Pengadilan Agama didominasi faktor KDRT.

“Masalah perceraian, biasanya diawali permasalahan cek-cok rumah tangga sehingga itu menjadi pemicu bubarnya rumah tangga seseorang,” kata Dodi. (Wira)

Data Perceraian Faktor KDRT di Palembang

Tahun 2017.
Januari : 5 Kasus
Febuari : 5 Kasus
Maret : 9 Kasus
April : 9 Kasus
Mei : 10 Kasus
Juni : 6 Kasus
Juli : 3 Kasus
Agustus : 4 Kasus
September : 6 Kasus
Oktober : 5 Kasus
November : 7 Kasus
Desember : 8 Kasus
Total Keseluruhan : 77 Kasus

Sementara di Tahun 2018, tercatat :
Januari : 5 Kasus
Febuari : 2 Kasus
Maret : 2 Kasus
April : 2 Kasus
Mei : 1 Kasus
Juni : 2 Kasus
Juli : 3 Kasus
Agustus : 9 Kasus
September : 7 Kasus
Total Keseluruhan : 33 Kasus


Sumber : Pengadilan Agama Kelas 1A Palembang

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Cak Amir : PW, PC, dan Banom NU se-Sumsel Siap Membela Rais Aam KH Miftachul Akhyar

Palembang, Detik Sumsel – PWNU Sumatera Selatan KH Amiruddin Nahrawi menegaskan bila seluruh PC, Banom …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *