Kelelahan, Anggota KPPS Lahat Melahirkan Prematur Lalu Sang Bayi Meninggal Dunia | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Ketua KPU Lahat, Nana Priana, didampingi Suliyani, melihat kondisi bayinya sebelum meninggal dunia. Foto Heru/DS

Kelelahan, Anggota KPPS Lahat Melahirkan Prematur Lalu Sang Bayi Meninggal Dunia

Lahat, Detik Sumsel — Pesta Demokrasi di Kabupaten Lahat, rupanya juga diwarnai kesedihan. Pasalnya, akibat kelelahan menjalankan tugas, salah satu petugas KPPS TPS 1, Desa Lubuk Atung, Kecamatan Pseksu, Lahat. Terpaksa melahirkan bayi prematur, dan akhirnya bayi tersebut meninggal dunia.

Kejadian menyedihkan ini menimpa Suliyani (40), warga setempat. Sebelumnya Kamis (18/4) lalu, ibu yang sedang mengandung anak ke 6, dengan usia kandungan 7,5 bulan ini, tiba-tiba harus dilarikan ke RSUD Lahat. Dengan diaknosis awal, mengalami gejala maag dan gejala darah tinggi, juga kelelahan.

Dokter yang memeriksa kandungan istri Sugian Anshori (38) ini, lantas menyarankan untuk segera melakukan operasi, guna menyelamatkan nyawa si ibu dan bayi. Hanya saja, Suliyani menolak, dan memilih untuk pulang ke rumah.

“Saya dirawat dari Jumat (19/4) hingga Senin (22/4). Tapi baru sehari pulang, Selasa (23/4), perut saya kembali terasa sakit, lalu kembali ke RSUD Lahat, dan melahirkan secara normal Rabu (24/4) sekitar pukul 08.05 WIB,” ujar Suliyani, dibincangi di Sal Anak RSUD Lahat, Jumat (26/4).

Meskipun melahirkan secara normal, bayi perempuan dengan berat 1400 gram, panjang 15 cm ini, terpaksa dirawat di dalam inkubator, lantaran lahir secara prematur. Sayangnya, Jumat (26/4) sekitar pukul 10.00 WIB, bayi Suliyani yang belum sempat diberi nama itu dikabarkan sudah meninggal dunia.

“Saya tidak menyesal jadi anggota KPPS, mungkin ini sudah takdirnya,” tutur wanita yang kesehariannya sebagai guru honorer ini.

Mendengar kabar kelahiran tersebut, Kamis malam Ketua KPU Lahat, Nana Priana SHi bersama rombongan, membesuk Suliyani di RSUD Lahat. Guna memberikan semangat kepada Suliyani, agar tidak larut dalam kesedihan.

“Kita sangat berterima kasih kepada Ibu Suliyani. Dedikasi beliau akan terukir dalam sejarah demokrasi di Lahat,” ucap Nana. (heru).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sebelum Mengubur dan Cor Mayat Apriyanti Tersangka Nopi dan Amir Pergi Kelokalisasi Kampung Baru

Palembang, Detik Sumsel — Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Senin (18/10/2021) merekonstruksi kasus pembunuhan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *