Keterikatan Antara Kampus dan Mahasiswa yang Didasari oleh Tiga Hal | Detik Sumsel
Detik
Kegiatan Musyawarah Kerja yang dilaksanakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Ash-Shiddiqiyah

Keterikatan Antara Kampus dan Mahasiswa yang Didasari oleh Tiga Hal

OKI, Detik Sumsel – Dengan menggandeng tema ‘Memantapkan Program Kerja Unggulan Menuju Kampus Teladan’, kegiatan Musyawarah Kerja yang dilaksanakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Ash-Shiddiqiyah sukses digelar di ruang dosen STAI Ash-Shiddiqiyah, Desa Lubuk Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Diketahui, bahwa Musyawarah Kerja tersebut sengaja dilaksanakan guna menyiapkan program-program kerja DEMA selama 1 tahun kedepan. Selain itu, juga sebagai bahan evaluasi dari program-program yang sudah ada sebelumnya. Evaluasi penting dilakukan sebagai bahan acuan dalam menyusun rencana kerja dalam satu tahun ke depan. Program-program yang kiranya dinilai baik, bisa dipertahankan untuk dilaksanakan kembali pada periode selanjutnya. Sedangkan program yang dinilai kurang, diganti dengan program yang baru.

Dalam sambutannya, Ketua STAI As-Shiddiqiyah, Dr. Agus Sholikhin S,Si M,Pd.I menyampaikan, elaborasi antara program organisasi (DEMA) dengan visi dan misi kampus saat ini dinilai sangatlah penting.

“Ketika berbicara organisasi maka kita tidak akan lepas dari Visi kampus, dan visinya kampus ingin 10 tahun yang akan datang tepatnya ditahun 2030 ingin menjadi kampus yang diperhitungkan dalam Lembaga Pendidikan Tinggi yang Unggul Kompetitif yang sesuai dengan bidang keahlian dalam bingkai Ahklaqul Al-Karimah,” kata Agus Sholikhin.

Ia menegaskan, terdapat tiga hal yang terkait antara kampus dan mahasiswa yang mana keterkaitan tiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain. Ketiga hal tersebut meliputi kompetensi wawasan keilmuan, kompetensi leadership, serta sikap atau karakter yang baik.

“Wawasan keilmuan ini didapat mahasiswa dari proses kegiatan akademik diantaranya: membaca, dipahami, ditulis, didiskusikan dan disampaikan kepada orang lain, maka di sinilah letak kopentensi dari hasil wawasan keilmuan,” ujarnya.

Sementara, kompetensi leadership pada dasarnya, bahwa setiap individu itu mempunyai jiwa kepemimpinan baik untuk memimpin diri sendiri atau pun memimpin orang lain, akan tetapi banyak diantara mereka yang pintar tapi tidak bisa mengarahkan orang lain maka kepemimpinannya biasa-biasa aja, tidak ada pemimpin yang enak karena dasarnya tidak mungkin suatu organisasi akan berjalan dengan baik apabila pemimpinnya itu masih enak-enakan. Menjadi pemimpin itu 2 kali kerja lebih keras lagi.

“yang ketiga, yaitu sikap atau karakter yang baik. Hal ini merupakan pelengkap dari 2 hal di atas, karena beretika yang baik atau positif merupakan suatu bentuk dari hasil wawasan keilmuan yang dapat mengarahkan diri sendiri ataupun orang lain untuk lebih baik lagi,” pungkasnya.

Selain Ketua STAI Ash-Shiddiqiyah Dr. Agus Sholikhin S.Si, M.Pd.I, hadir juga dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua III bidang Mahasiswa dan Kerja Sama Dr. Darul Abror M.Pd.I, Ketua Sema Miftahudin S.H, serta seluruh jajaran pengurus DEMA masa khidmat 2020-2021. (Ril)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Hadapi Perkuliahan Semester Genap, UTP Gelar Vaksin Booster Tahap Kedua

Palembang, Detik Sumsel- Universitas Tridinanti Palembang (UTP) melaksanakan vaksinasi dosis ketiga atau booster di Kantor …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *