Kisah Perjalanan Ratu Dewa Diawali Doa Sang Ibu | Detik Sumsel
Pemprov
Peluncuran buku Ekstrasi Sebuah Doa Hj Zalipah

Kisah Perjalanan Ratu Dewa Diawali Doa Sang Ibu

Palembang , Detik Sumsel – Usai penerbitan buku pertama berjudul Lafaz Pena Mantan Aktivis, kemudian sukses peluncuran buku kedua berjudul Ratu Dewa Sebuah Memoar. Sekretaris Kota Palembang, pada Sabtu (18/9) kemarin kembali meluncurkan buku ketiga berjudul Ekstrasi Sebuah Doa Hj Zalipah.

Buku ketiga ini dipersembahkan Ratu Dewa, untuk Sang Ibunda Hj Zalipah. Dimana berkat doa sang ibu dirinya bisa mencapai posisi seperti sekarang ini.

“Apa itu ekstrasi. Ekstrasi ini adalah sari pati doa dari emak saya yakni Hj Zalipah,”terang Dewa pada redaksi Detik Sumsel, Senin (20/9).

Banyak petuah hidup yang diberikan oleh sang ibu yang diberikan untuk dirinya mengarungi kehidupan.

Sang Ibu mengajarkan bila, investasi berharga dalam hidup itu adalah belajar, kedua soal amal soleh sekecil apapun kita menolong.

“Yang terpenting dalam hidup ini doa orang tua, gak bakal sukses kalau kita tak ada ridho orangtua. Itu yang aku ingin gambarkan dalam buku ini. Suka dukanya,” ungkap bapak empat anak ini.

Suami Dewi Sastrani ini mengatakan setiap langkahnya ia selalu minta ridho orang tua terutama emak. “Inti dari buku ini saya ingin sampaikan betapa pentingnya doa dari seorang ibu. Segala sesuatu silakan ikhtiar tapi ketika akhirnya bergantung dari ridho dari orang tua, percuma, omong kosong kalau emak tidak meridhoi cita-cita kita. Ini yang ingin saya sampaikan pada generasi muda,” jelas dia.

Dirinya juga bersyukur peluncuran buku ketiga ini disambut antusias para penggemar buku Ratu Dewa.

“Alhamdulilah pada peluncuran kemarin antusias cukup baik, dan juga sejauh ini banyak juga yang sudah pesan secara online yang juga dibeli lewat Shoppee. Dan kita juga pun juga buku ini di Gramedia,” jelas dia.

“Untuk harga buku, dibanderol dengan harga Rp 134.800,”tandasnya.(Pen)

Sekilas perjalan karier Drs Ratu Dewa

Setelah menyelesaikan pendidikan, karier Ratu Dewa dimulai sejak tahun 1993, menjadi PNS di Dinas Penerangan Sumatera Selatan.

Pada saat pangkat IIIB menjadi staf khusus kakanwil penerangan, hingga diangkat menjadi kasi rencana operasional penerangan.

Begitu penerangan dibubarkan ditarik oleh Sekda Provinsi, pindah ke kantor gubernur menjadi staf khusus pimpinan di TU pada saat Gubernur Rosyihan Arsyad.

Sempat menjabat sebagai kabag dan Kasubag Humas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Berkarir di Pemkot Palembang

Usai menduduki beberapa posisi di Pemkot Palembang, seperti Kabag Humas dan Protokol, dan setelah menjadi Kepala BKPSDM akhirnya pada tanggal 1 April 2019, Drs Ratu Dewa menempati posisi puncak ASN sebagai Sekda Kota Palembang.(Pen)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Aplikasi SIRAJA MUSI, Fungsinya Menilai Kinerja Kabag, Kasi, Kasat Hingga Kapolsek

Palembang, Detik Sumsel — Biro SDM Polda Sumsel meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Raport Kinerja Menuju …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *