Kisah Transmigran Muara Sugihan Buka Diskusi Lanskap, Pemainya Peneliti Muda

Iklan detik Sumsel

Palembang, Detiksumsel.com – Kisah suka maupun duka para perantau asal Jawa di era tahun 1970an diangkat dalam drama “Balada trasmigran di Muara Sugihan”. Drama yang diperankan oleh para Peneliti Muda Lanskap ini menjadi pembuka diskusi landskap atau Dilan yang berlangsung di hotel Airish Palembang, Selasa (29/11/2022). Muara Sugihan, Banyu Asin merujuk pada daerah yang menjadi salah satu sentra transmigran tempo dulu hingga sekarang. Mereka bercocok tanam aneka sumber penghidupan diatas lahan yang sebagian besar berupa gambut.

Dilan atau diskusi lanskap merupakan arena bagi para Peneliti Muda Lanskap atau Sumatera Selatan untuk menyuarakan temuan penelitian mereka yang terkait erat dengan isu perubahan iklim dalam aspek pengelolaan lahan, ketahanan pangan dan air, serta peran perempuan di 12 desa yang berada di area Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Saleh-Sugihan Kabupaten Banyuasin dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lalan Mendis Kabupaten Musi Banyuasin. Temuan-temuan tersebut juga mereka sampaikan dalam bentuk diskusi, pameran foto, pemutaran video.

Hari Wibawa, SP, MM, Kepala Bidang Pengendalian, Evaluasi, dan Perencanaan Strategi BAPPEDA Sumsel, menyampaikan pentingnya sinergitas antara pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan hingga pemerintah desa dalam membangun kemajuan perekonomian masyarakat desa. Sinergitas ini sudah dibangun sejak tahun 2017, berkolaborasi dengan mitra pembangunan Sumsel, baik dalam bidang pemerintahan maupun non-pemerintahan. “Kami mengapresiasi langkah kongkrit ICRAF yang menggelar diskusi lanskap ini, dengan melibatkan berbagai pihak, khususnya generasi muda.” kata Hari Wibawa.

Di forum Dilan ini hadir perwakilan desa, perwakilan dari pemangku kepentingan pemerintah, dan tim ahli yang akan berdiskusi dan memberikan tanggapan atas paparan para peneliti muda. Tak ketinggalan para mahasiwa dan stakeholder lainnya dari mitra pembangunan maupun kalangan swasta, yang turut berdiskusi terkait hasil temuan para Peneliti Muda Lanskap (PML).

David Susanto, Koordinator Provinsi Land4Lives wilayah Sumatera Selatan, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Inkubator Peneliti Muda Lanskap (IPML) yang diinisiasi oleh ICRAF Indonesia melalui proyek Land4Lives yang didukung oleh Global Affairs Canada (GAC). Melalui IPML, ICRAF mengajak para lulusan muda dari universitas-universitas di Sumatera Selatan untuk mengenal bentang lahan yang ada di Sumatera Selatan, mengidentifikasi permasalahan yang ada, dan bersama-sama memikirkan solusinya. “Melalui kegiatan ini, diharapkan akan lebih banyak lagi generasi muda yang memperhatikan isu perubahan iklim dan pengelolaan lahan dan menyampaikan suaranya,” katanya.

Komentar