Komplotan Begal Sadis Palembang Banyuasin Diringkus, Tak Segan Lukai Korbannya | Detik Sumsel
Pemprov
Kapolsek Sukarami Kompol Budi Hartono Sutrisno SIk MH memimpin pres rilis kasus begal sadis Palembang Banyuasin

Komplotan Begal Sadis Palembang Banyuasin Diringkus, Tak Segan Lukai Korbannya

Palembang, Detik Sumsel — Unit Reskrim Polsek Sukarami meringkus empat komplotan spesialis pelaku begal sadis yang beraksi antar daerah Kabupaten Palembang-Banyuasin.

Keempat pelaku yang diringkus adalah Nara (20), warga Lingkungan IV, Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI, Alfa Fauzan alias Yakup (22), warga Kampung 3, Desa Tanjung Lubuk, OKI, Paskal Tanjung (26), warga Desa Karta Nagara, Kabupaten OKU dan M Soleh (20), Lingkungan IV, Tanjung Lubuk, OKI.

Dalam aksinya, komplotan ini tidak hanya menggunakan senjata tajam jenis parang atau pedang namun juga sering menggunakan senjata api (senpi) rakitan. Tidak segan – segan juga melukai melukai korban.

Para pelaku terakhir menjalankan aksinya pada Rabu (1/6/2021) sekitar pukul 21.00 WIB lalu, di Jalan Baypass, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan AAL, Palembang.

Korbannya adalah Eko Irawan (41), warga Perum Graha Nusa Pesona, Blok J, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan AAL, Palembang mengendarai sepeda motor Honda Beat.

Korban dipepet dari samping oleh empat orang pelaku mengendarai dua sepeda motor. Saat korban setop, pelaku Odon (DPO) langsung turun dan mengayunkan parang. Korban kabur setelah terjatuh meninggalkan motornya.

“Empat tersangka begal yang kita amankan ini saat berada di rumahnya masing-masing,” kata Kapolsekta Sukarami Kompol Budi Hartono Sutrisno SIK, MH melalui Kanit Reskrim Iptu Denni Irawan SH, saat merilis kasusnya Rabu (18/8).

Budi menyebut, komplotan ini berjumlah 10 orang, selain menggunakan parang dan pedang, para pelaku juga memiliki senpi rakitan. Pelaku juga tak segan-segan melukai korbannya yang mecoba melawan

“Aksi terakhir komplotan ini melukai korbannya dengan parang dan menodongkan senpi. Pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor milik korban. Mereka lintas daerah dan berasal dari daerah di Sumsel,” terang korban.

Dia menjelaskan, modus tersangka yakni memepet dan menghadang korban dan mengacungkan golok. Salah korban mengalami luka bacok di tangan kiri, luka di kedua tutut, dan luka di telapak tangan sebelah kanan.

“Ada sekitar enam laporan polisi yang dilaporkan oleh korban. Masih ada pelaku lain yang masih dalam pengejaran. Kita harapkan agar pelaku yang masih DPO untuk segera menyerahkan diri,” imbau Budi.

Sementara itu, di hadapan polisi tersangka Yakup mengaku saat beraksi selalu berkelompok. Dan bertugas hanya menakuti korban dengan parang.

“Kelompok kami sekitar 10 orang. Kadang kami ganti-ganti pasangan waktu beraksi. Sengajo datang ke Palembang nyari target. Pernha jugo ke kawasan Talang Kelapa Banyuasin,” aku tersangka Yakup.

Selama beraksi, kelompok Yakup baru mendapatkan enam sepeda motor di sejumlah tempat yang berbeda.

“Selalu bawak parang atau pedang atau senpi. Senpi yang punyo kaawan yang masih DPO itu. Kalau dapat hasilnya kami berbagi. Cuma dapat untuk makan sehari-hari,” tutup Yakup.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Hidupkan Sunnah Memanah, Pesantren Tahfizh Kiai Marogan Gelar Archery Tournament

Palembang, Detik Sumsel — Pesantren Tahfidz Kiai Marogan menggelar Marogan Archery Tournament Sumatera Open Ground …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *