Kompol dr Mansuri Sp KF Sosok Penting dalam Pemulasaran Jenazah Covid 19 di Palembang | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov
Kompol dr Mansuri Sp KF dokter spesialis forensik Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang

Kompol dr Mansuri Sp KF Sosok Penting dalam Pemulasaran Jenazah Covid 19 di Palembang

Palembang, Detik Sumsel — Virus Corona merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan manusia. Orang yang terpapar virus ini jika terlambat ditangani akan kehilangan nyawa. Meskipun sudah meninggal potensi penularan virus ini masih tinggi. Sebagian besar orang tidak berani mendekati apalagi menyentuh jenazah.

Karena Indonesia mayoritas muslim jenazah orang muslim harus dimandikan, dikafani, dishalati, dan dikuburkan. Hukum memandikan jenazah adalah fardhu kifayah.

Masih adanya keraguan di tengah masyarakat terkait pengurusan jenazah korban Covid-19, membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) beberapa waktu lalu mengeluarkan Fatwa Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim yang Terinfeksi Virus Corona SARS-CoV2 (Covid-19).

Fatwa tersebut mengatur beberapa hal, salah satunya proses pengurusan jenazah yang sesuai protokol kesehatan mulai tahap pemandian jenazah, pengkafanan, penyolatan hingga penguburan.

Bagi pasien Covid 19 yang meninggal dalam perawatan di rumah sakit. Tentunya prosedur penanganan nya berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Baca Juga :   Menhub Dialog Bersama Masyarakat OKU

Khusus di rumah sakit Bhayangkara Mohammad Palembang ada sosok penting untuk menangani jenazah yang meninggal dunia karena sosok penting tersebut di komandoi Kompol dr Mandiri Sp KF.

Detik Sumsel.com berkesempatan berbincang dengan dokter spesialis forensik ini saat memberikan pelatihan pemulasaran jenazah Covid 19 yang diikuti Satker Polda Sumsel dan Polres jajaran di Komplek Pakri Palembang Sabtu (10/7/2021).

Kompol dr Mansuri menjelaskan menjelaskan secara detail tahap demi tahap pemulasaran jenazah yang meninggal karena Covid 19.

“Penanganan pemulasaran jenazah yang meninggal karena covid berbeda dengan jenazah pada umumnya. Tapi sama sama sesuai syariat islam dan berdasarkan petunjuk dari MUI,”ujarnya.

Dikatakan Mansuri, kalau jenazah meninggal seperti biasa dimandikan seperti biasa, tapi kalau jenazah meninggal karena covid boleh tidak mandikan namun di tayamumkan. Sedangkan untuk kain kafan harus beberapa lapis lebih dari kain kafan jenazah pada umumnya.

Baca Juga :   Bersama Rakyat Miskin, HMI Cabang Palembang Darussalam Siap Kritik Penguasa

“Sebelum dibalut dengan kain kafan. Jenazah di semprot dengan disinfektan lalu di balut dulu dengan plastik, setelah itu baru di kain kafan setelah itu dibalut lagi dengan plastik hal ini untuk meminimalisir cairan yang keluar dari tubuh jenazah,”ujarnya.

Setelah itu, jenazah baru di sholat boleh di sholatkan di tempat pemulasaran ataupun saat di pemakaman setelah masuk kedalam petir, boleh juga sebelum jenazah dimasukkan kedalam peti. orang yg meninggal karena covid 19 tidak harus dimakamkan di pemakaman khusus boleh di pemakaman umum namun tetap mengikuti rambu rambu.

“Petugas pemulasaran jenazah berbeda dengan petugas yang memakamkan jenazah. Jadi tidak serta merta petugas yang memulasaran jenazah bertugas juga sebagai petugas memakamkan jenazah,”terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Mansuri pelatihan pemulasaran jenazah Covid 19 ini bagi anggota Polri ini adalah tindakan prenfentif. Andai kata sewaktu waktu dibutuhkan anggota Polri bisa diperbantukan.(Penulis Fauzi wartawan detik sumsel.com)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sepuluh Anak Ikuti Khitanan Gratis RT 20 Talang Aman

Palembang, Detik Sumsel – Rukun Tetangga (RT) 20 Melaksanakan Khitanan gratis di wilayah RT. 20 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *