Kontribusi Nyata PT Pertamina Bagi Kehidupan Warga Desa Pulau Semambu Ogan Ilir | Detik Sumsel
Pemprov
Keberhasilan ini berkat dukungan PT Pertamina yang memberikan pelatihan pengelolahan limbah, peralatan, terbaru aplikasi M Trash untuk transaksi jual dan beli sampah plastik.

Kontribusi Nyata PT Pertamina Bagi Kehidupan Warga Desa Pulau Semambu Ogan Ilir

Bangun Kemandirian Warga, Rangkul Ibu Rumah Tangga

PT Pertamina tidak hanya memikirkan profit. BUMN ini berkontribusi nyata bagi kehidupan warga Desa Pulau Semambu, Ogan Ilir. Melalui program Pertanggung jawaban sosial berupa pengelolahan Bank Sampah, PT Pertamina memberdayakan dan merangkul para ibu. Kini Bank Sampah tersebut beromzet Rp 15 jtua per bulan. Seperti apa ?

Lokasi Bank Sampah BUMDes Semambu Makmur Pulau Semambu berada di Balai Kantor Kepala Desa, Jln. Lintas Palembang Indralaya Km. 25 Ogan Ilir. Siang itu, Detik Sumsel berkunjung kesana, tampak para ibu-ibu berkumpul di bawah pohon nan rindang sedang memilah sampah plastik.

Mereka bercanda dan tertawa sembari tangan tetap bergerak. “Kebetulan ibu-ibu disini lagi memilah sampah plastik sesuai warna dan bisa di recyle,” kata Direktur BUMDes Pulau Semambu sekaligus perintis Bank Sampah, Fait Muzamil ST belum lama ini.

Bank sampah terlihat sederhana, berukuran 10×12 meter persegi dengan di tutup kayu dan terpal, didalamnya terdapat tumpukan sampah yang akan diolah menjadi biji plastik, ada juga bak air ukuran 2×3 meter dan alat pencacah. Sederhana tapi omzetnya mencapai 15 juta per bulan. “Alhamdulilah, sudah mulai berkembang dan menghasilkan,” katanya.

Menurut suami lilik Rustianti, keberhasilan ini berkat dukungan PT Pertamina yang memberikan pelatihan pengelolahan limbah, peralatan, terbaru aplikasi M Trash untuk transaksi jual dan beli sampah plastik. Padahal, sejak berdiri enam tahun lalu, bank sampah disini belum optimal.

Fait mengungkapkan, proses produksi limbah jadi biji plastik butuh waktu saja bulan. Minggu pertama dan kedua pengumpulan limbah plastik dari rumah warga dan pengepul. Ada 34 jenis pilahan sampah plastik berdasarkan jenis dan warna yang mereka cacah. Harga 1 kg sampah Rp2-Rp4 ribu. Sampah berasal dari 5 dusun. Total ada 900 kepala keluarga dan 1.600 jiwa. “Warga bisa mengantar langsung dan akan tercatat di aplikasi M Trash,” ungkap dia.

Setelah itu, kata dia, sampah akan dipilah, dicacah lalu dikeringkan. Prosesnya butuh satu minggu dengan melibatkan para ibu ibu rumah tangga dengan sistem borongan. “Nanti ada kelompok ibu rumah tangga memilih sampah dengan bayaran 1 ton seharga Rp 100 ribu,” ucap dia.

Perbulan pihaknya mampu mengumpulkan sampah 2 ton. Dari total sampah plastik tersebut menghasilkan 1,1 ton biji plastik. Biji plastik akan dibawah ke pabrik plastik di Sematang Borang. Penghasilan penjualan biji plastik sekitar Rp 15 juta dan masuk ke kas desa Rp 2-3 juta karena ada biaya operasional yang harus dikeluarkan. Diantaranya, pembelian sampah warga, biaya operator dan biaya operasional lain. “Pengelolahan limbah sampah plastik ini akan terus di kembangkan salah satunya penggunaan aplikasi M Trash,” paparnya.

Aplikasi ini, kata dia, dibantu PT Pertamina untuk sistem transaksi sampah. Jadi melalui aplikasi ini, warga yang menjual sampah akan tercatat. Warga bisa menukarkan sampah itu dengan berbagai macam produk sesuai kebutuhan. Mulai dari sembako hingga kupon Bahan Bakar Minyak (BBM). “Tidak lagi manual. Semua tercatat termasuk pengeluaran dan ini tentu lebih transparan,” paparnya.

Selain pengelolahan limbah plastik, BUMDes Pulau Semambu pun memproduksi limbah organik, pupuk cair. Penanggung jawab Limbah Organik, Mitra Wardana mengatakan, pada Juli lalu Pertamina pun memberikan bantuan berupa 100 unit komposter dan pelatihan kepada ibu rumah tangga untuk membikin pupuk cair dari limbah organik. Hasil pupuk cair akan dibeli.

“Sebenarnya warga disini sudah biasa bikin pupuk kompos organik dibantu oleh fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Tapi karena untuk keperluan komersil, maka harus sesuai standar dan saat ini menunggu hasil Lab Dinas Pertanian di Sumbawa,” paparnya.

Proses pembuatanya pupuk cair sangat sederhana. Cukup mengkompos limbah rumah tangga organik yang dimasukan ke dalam komposter selama 14 hari. Satu liter pupuk cair dicampurkan 10 liter air. Pupuk ini disemprotkan ke akar atau daun. “Harga pupuk ini tergolong mahal, satu liter dii toko pertanian bisa mencapai Rp 220 ribu,” paparnya.

Sementara itu, warga Desa Semambu, Suci merasa sangat terbantu dengan program PT Pertamina yang merangkul warga. Pasalnya, melalui program ini dirinya dapat membantu ekonomi keluarga terutama biaya sekolah anak. “Program pemberdayaan masyarakat dari Pertamina di desa ini cukup banyak dan saya selalu antusias dan mengikuti program pertamian,” ucap dia.

Bahkan, lanjut Susi, dirinya mengikuti pelatihan home industri maupun pelatihan pembuatan pupuk cair. “Dari program yang ada saya punya motivasi ingin buka usaha sendiri agar punya kehidupan yang lebih baik dan Pertamina buka peluang itu,” tukasnya.

Terpisah, Pjs Desa Pulau Semambu M Tarzan mengatakan, kehadiran PT Pertamina bagi warga sini sangat luar biasa. Melalui program pemberdayaan yang dilakukan dapat membantu perekonomian desa lebih baik. Mulai dari pengembangan desa agro wisata, pelatihan home industri, pengelolahan limbah sampah, bantuan bibit ikan dan tanaman, pengembangan tamanan dan hewan langkah. “Semua melibatkan masyarakat secara aktif,” ucap dia.

Tidak hanya itu, kata dia, mereka juga memberikan pelatihan dan pendampingan harga progam tersebut berjalan. Sejauh ini, sangat berdampak dan warga pun sangat antusias dengan program pemberdayaan PT Pertamina ini. “Saya mengucapkan terima kasih dan semoga kedepan kehidupan warga desa Semambu terus berkembang berkat bantuan PT Pertamina,” pungkasnya.

Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Umar Ibnu Hasan menambahkan, program pemberdayaan masyarakat PT Pertamina diharapkan mampu mendorong dan memberdayakan masyarakat di Desa Pulau Semambu.

“Dari sisi pengolahan limbah organik rumah tangga, kegiatan ini mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) No. 12 yaitu menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan, dimana dengan adanya kegiatan ini mengurangi produksi sampah rumah tangga melalui daur ulang,” jelas Umar

Sedangkan dari sisi pertanian mendukung tujuan SDGs No. 2 yaitu menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan.

“Program pemberdayaan para petani di Desa Pulau Semambu akan berkelanjutan dengan rencana program penerapan pertanian ramah lingkungan untuk seluruh petani di Desa Pulau Semambu. Sedangkan disisi hilir, selain hasil pertanian di jual secara langsung, juga akan berkolaborasi dengan UMKM pengolahan produk hasil pertanian Desa Pulau Semambu yang akan menjadi salah satu oleh-oleh khas Desa Pulau Semambu,” pungkasnya. (*)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Cak Amir : PW, PC, dan Banom NU se-Sumsel Siap Membela Rais Aam KH Miftachul Akhyar

Palembang, Detik Sumsel – PWNU Sumatera Selatan KH Amiruddin Nahrawi menegaskan bila seluruh PC, Banom …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *