KPH Wilayah X Dempo Butuh Polisi Hutan

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Pagaralam, Detik Sumsel – Dengan luas wilayah sekitar 63.000 hektar 30 persen dengan diantaranya 24.000 hektar merupakan hutan lindung. Kota Pagaralam merupakan salah satu paru-paru di Provinsi Sumsel.

Dengan wilayah yang cukup luas tersebut tentunya harus banyak penjaga hutan lindung tersebut. Namun sayangnya dari puluhan ribu hutan lindung yang ada di Pagaralam tidak ada penjaga dari hutan lindung tersebut yaitu polisi hutan.

Pasalnya saat ini berdasarkan tugasnya polisi hutan yaitu menyiapkan, melaksanakan, mengembangkan, memantau, dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan serta peredaran hasil hutan.

Pihak UPTD Kesatuan Pengelohan Hutan (KPH) Wilayah X Dempo saat ini tidak memiliki Polisi Hutan. Akibatnya pihak KPH kesulitan melakukan penindakan tegas kepada oknum masyarakat yang menyalahgunakan hutan lindung di Pagaralam.

Kepala UPTD KPH Wilayah X Dempo Heri Mulyono melalui Kasi Rehabilitasi dan Perlindungan Hutan Lonedi mengatakan, bahwa saat ini di Kota Pagar Alam tidak memiliki Polisi Hutan.

“Kita saat ini tidak memiliki polisi hutan, karena polisi hutan yang ada selama ini pindah tugas kedaerah lain,”katanya. Senin (21/3)

Dijelaskan Lonedi di Pagaralam terdapat dua hutan lindung yaoitu Bukit Dingin dan Gunung Dempo. Saat ini kedua lokasi hutan lindung itu dijaga oleh KPH Wilayah X Dempo namun tanpa dilengkapi oleh polisi hutan.

“Jadi kita hanya mengandalkan petugas atau pegawai dari KPH Wilayah X Dempo saja untuk menjaga dan memantau kawasan hutan lindung di Pagar Alam,”ujarnya.

Menurut Lonedi pihak KPH Wilayah X Dempo saat ini membutuhkan paling sedikit 2 orang polisi hutan untuk menjaga bersama KPH X Dempo di Pagar Alam.

“Kami berharap pihak Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel dapat menempatkan polisi hutan di Pagar Alam agar fungsi dan tugas serta kewenangan KPH Wilayah X Dempo dapat berjalan dengan baik,”pungkasnya. (Rendi)

Komentar