Kupas Tuntas Profesi Hakim Peradilan Agama | Detik Sumsel

PKN
Pemprov
Webinar Nasional Alumni FSH

Kupas Tuntas Profesi Hakim Peradilan Agama

Palembang, Detik Sumsel – Forum Alumni Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang sukses mengadakan kegiatan Webinar Nasional dengan tema “Kupas Tuntas Profesi Hakim Peradilan Agama”.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Dr.H.Marsaid, M.A. Dalam sambutannya, Marsaid menyatakan apresiasinya setelah melihat antusiasme peserta untuk mengikuti kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membuka peluang bagi para alumni untuk menduduki posisi di lingkungan Peradilan Agama.

Webinar Nasional ini menghadirkan Akhyar Siddiq, S.E.I., M.H.I selaku Ketua Pengadilan Agama Cilegon, Banten. Maswari, S.H.I., M.H.I selaku Ketua Pengadilan Agama Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Dwi Husnasari, S.H.I selaku Wakil Ketua Pengadilan Agama Muara Sabak, Jambi. Hermanto, S.H.I selaku Wakil Ketua Pengadilan Agama Mentok, Bangka Belitung serta Dahsi Oktoriansyah, S.H.I., M.H selaku Hakim Pengadilan Agama Purbalingga, Jawa Tengah. Semua pembicara merupakan alumni dari Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

Sebagai pemateri pertama, Akhyar Siddiq menyampaikan materi mengenai Proses Rekrutmen Hakim di Indonesia. Proses Persiapan dalam rekrutmen untuk menjadi Hakim bukanlah hal yang mudah, bukan pula hal yang instan. Persiapan untuk menjadi Hakim memerlukan ketekunan dalam hal belajar.

“Nikmati prosesnya dan jangan takut gagal, selalu libatkan orang tua karena ridho orang tua adalah kunci utama sebuah keberhasilan”, ungkap Hakim Akhyar yang saat ini bertugas sebagai Ketua Pengadilan Agama Cilegon, Banten.

Menyambung paparan dari pemateri sebelumnya, Maswari menyampaikan materi mengenai Tips dan Trik Lulus Seleksi Hakim, dalam paparan Maswari yang saat ini bertugas sebagai Ketua Pengadilan Agama Dabo Singkep, Kepulauan Riau menekankan bahwa tips lulus seleksi Hakim ialah dengan meluruskan niat, menjadikan Hakim sebagai pilihan hidup yang diiringi dengan usaha maksimal. Usaha maksimal sangat diperlukan karena hasil tidak akan mengkhianati usaha. Jika usaha disiapkan dengan maksimal, besar kemungkinan hasil akan maksimal sesuai apa yang diharapkan.

Tips selanjutnya ialah dengan melantukan do’a untuk orang lain dan meminta do’a kepada orang lain, kekuatan do’a yang sama-sama dilantukan untuk kebaikan akan kembali kepada yang mendo’akan.

Sedangkan trik lulus seleksi menjadi Hakim, Maswari menyampaikan ialah dengan mempelajari kisi-kisi soal yang berkaitan dengan ujian kehakiman, melibatkan orang-orang hebat yang bisa menunjang keberhasilan, contohnya ialah dengan mendekati guru serta memuliakan guru, karena guru adalah kunci keberhasilan.

Baca Juga :   Jorok Jalan Alternatif ke Gumay Ulu Dipenuhi Tumpukan Sampah

“Keberhasilan seseorang tentunya tak luput dari peran serta guru dalam membimbing dan memberikan ilmu pengetahuan” demikian Maswari memberikan penjelasan.

Dwi Husnasari tampil sebagai pembicara ketiga, Dwi memberikan materi mengenai Kiprah Hakim Perempuan di Pengadilan Agama.

Dwi menjelaskan ada banyak sekali tantangan menjadi Hakim Perempuan, diantaranya harus bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan persoalan rumah tangga, siap dengan jutaan godaan finansial, siap ditugaskan kemana saja yang tentunya akan jauh dari keluarga.

“Perempuan kadangkala dipandang lemah karena dalam menentukan keputusan seringkali menggunakan hati dan perasaan. Namun, disamping tantangan yang ada, Mahkamah Agung tetap memberikan peluang berupa kesempatan yang sama bagi laki-laki dan perempuan untuk menjadi pimpinan dengan cara bersaing secara sehat.” Ungkap Dwi dalam penjelasannya.

Pembicara selanjutnya ialah Hermanto, Wakil Ketua Pengadilan Agama Mentok, Bangka Belitung yang menyampaikan materi mengenai Suka dan Duka Menjadi Hakim.

Hermanto menjelaskan bahwa menjadi Hakim itu siap hidup nomaden, siap hidup dengan berpindah-pindah sampai pensiun, pindah mulai dari kota ke kota lain bahkan ke pulau lain. Siap hidup sederhana tapi orang lain tidak percaya, karena pandangan masyarakat umum yang masih memandang negatif Pengadilan.

Disamping penjelasan duka menjadi Hakim, tentunya ada suka yang dirasakan tatkala menjadi Hakim, Hermanto menjelaskan bahwa Hakim merupakan puncak tertinggi karir bagian hukum, penghasilan dari Hakim cukup menjanjikan, diantaranya ada Gaji pokok, tunjangan jabatan, tunjangan transportasi, tunjangan kemahalan, hingga tunjangan rumah. Posisi Hakim yang sering berpindah-pindah tugas tentunya akan mendapatkan teman baru lingkungan baru serta mengenal adat baru.

Terakhir, Hermanto menekankan bahwa Hakim merupakan suatu karir yang bebas intervensi dari pihak lain.

“Tak ada yang bisa mengintervensi posisi Hakim karena ijtihad Hakim adalah Hukum.” Ungkap Hermanto dengan penuh keyakinan.

Sebagai Pembicara pamungkas, Dahsi Oktoriansyah, Hakim Pengadilan Agama Purbalingga, Jawa Tengah memberikan materi mengenai Potensi Alumni Fakultas Syari’ah dan Hukum di Lingkungan Peradilan Agama.

Menurut Dahsi, Alumni Fakultas Syari’ah dan Hukum memiliki potensi yang sangat besar untuk menduduki posisi di lingkungan Peradilan Agama, Karena tidak mungkin ujian tes yang diberikan bukan dari bagian ilmu syari’ah dan hukum, sedangkan anak muda lulusan Sarjana Syari’ah dan Hukum sudah pasti menguasai ilmu hukum umum dan hukum syari’ah. Dahsi menjelaskan, untuk menduduki posisi di lingkungan Peradilan Agama harus mempunyai modal ilmu dan kebiasaan yang tidak pernah berhenti untuk terus belajar dan banyak membaca.

Baca Juga :   1.847 Mahasiswa UIN Mendapatkan Potongan UKT

Dengan upaya tersebut, maka potensi tersebut akan di dapat hingga nantinya dapat menduduki posisi sebagai Hakim, Panitera Muda, Panitera Pengganti, Analis Perkara yang akan disiapkan menjadi Calon Hakim, serta Juru Sita.

“Potensi terbuka sangat besar untuk alumni Fakultas Syari’ah dan Hukum di lingkungan Peradilan Agama, karena lingkungan Peradilan Agama sendiri membutuhkan anak muda berbakat yang mempunyai kemampuan di bidang hukum syari’ah dan hukum umum, yang benar-benar ada kesungguhan mau meneruskan perjuangan di Lingkungan Peradilan Agama.” Ungkap Dahsi yang hadir secara langsung di ruangan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang.

Kegiatan webinar nasional ini dipandu oleh Achmad Fikri Oslami, S.H.I.,M.H. Fikri merupakan alumni Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, yang sekarang sukses mengemban profesi Hakim di wilayah Kantor Pengadilan Agama Pangkalan Balai, Sumatera Selatan. Webinar ini berlangsung selama 4 jam lebih. Banyak tanggapan dan pertanyaan yang antusias datang dari peserta dan langsung dijawab tuntas oleh pembicara.

“Semua berkat anak-anak muda yang kreatif nan luar biasa, serta peran serta Ibu Armasito selaku Dosen yang mempunyai dedikasi tinggi di Fakultas Syari’ah dan Hukum, yang selalu memberikan arahan dan dukungan bagi kami” Ungkap Fikri.

Ketua Panitia Pelaksana, Puput Setiyani, S.H menyampaikan bahwa secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar dengan total kurang lebih 200 orang yang sangat antusias mengikuti dari awal sampai akhir acara.

Ditambahkan oleh Natasya Khoiru Rizka, S.H, selaku Sekretaris Pelaksana yang mengingatkan perihal keuntungan bagi peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan “Sesuai janji kami di awal pendaftaran webinar, akan ada hadiah menarik bagi peserta yang beruntung, yang antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir. Dalam waktu dekat ini akan segera kami umumkan siapa yang masuk kategori peserta yang beruntung mendapatkan doorprize. Tentunya setelah kami segenap panitia melakukan rapat lanjutan” Ungkap Natasya. (Bet)



H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sebagian Lahan Rencana IKL Diklaim Warga Bukan Milik PT Arta Prigel

Lahat, Detik Sumsel — Proses pembangunan Ibu Kota Lahat (IKL) baru di Kecamatan Lahat Selatan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.