Kurir COD Tidak Bertangung Jawab Atas Isi Kiriman | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov

Kurir COD Tidak Bertangung Jawab Atas Isi Kiriman

Palembang, Detik Sumsel – Banyaknya konsumen yang melakukan kekerasan terhadap kurir pengiriman barang Cash Operational Delivery (COD) yang marak saat ini, karena barang yang datang tidak sesuai dengan yang dipesan, mendapatkan tanggapan dari Asosiasi perusahaan jasa pengiriman ekspres, Pos dan logistik Indonesia (Asperindo).

Ketua dewan pimpinan wilayah Asperindo Sumsel, Haris Djumadi mengatakan, seharusnya masyarakat bersyukur, karena COD bisa menjadi opsi pilihan bagi penjualan, selain pembayaran via transfer afau melalui market plus.

Menurutnya COD justru menjadi bentuk pembayaran yang aman karena dipastikan pesanan sampai meski diakuinya memang banyak pelaku usaha yang nakal sehingga berdampak pada kurir.

Dikatakanya, kurir pengantar barang COD, hanya bertugas mengantarkan barang pada konsumen dan mengantarkan uang pada pengirim barang.”Kurir tidak bertangung jawab terhadap isi barang karena ini sudah terjadi transaksi antara konsumen dan pemjual,” jelasnya ketika dibincangi detiksumsel, Senin (21/06).

Baca Juga :   Hari Pancasila, Unsur Forkopimda OKI Sampaikan Pesan PersatuanHari Pancasila, Unsur Forkopimda OKI Sampaikan Pesan Persatuan

Dikatakanya sampai saat ini negara belum memiliki aturan ketat dan sebagai jasa kurir Asperindo belum memiliki aspek legal karena jasa kurir ini bisa personal atau perusahaan.

Sebenarnya transaksi mengunakan COD lebih aman, karena perusahaa yang menerapkan COD itu sudah terdaftar diperusahaan jasa pengiriman dan terlebih dahulu pihaknya melakukan penandatanga kerjasama dahulu dengan UMKM atau perusahaan tersebut sebelum menerapkan COD.

Sebagai Asosiasi yang mewadahi jasa kurir pihaknya siap memberikan bantuan dalam bentuk Advokasi bila kurir tersebut mengadu kepihaknya meski kurir tersebut bekerja diperusahaan yang bukan anggota Asperindo.

“Kami akan menbatu mempertemukan antara konsumen dengan kurir untuk melakukan mediasi terlebjb dahulu, dan bila tidak ada kesepakatan pihaknya akan me dampingi kurir untuk mengadu kepihak berwenang,” jelasnya.

Memang diakuinya ada beberapa kurir dan jasa pngiriman yang nakal. Dan sesuai prosedur konsumen memang harus membayar terlebih dahulu baru dan kurir yang mengantarkan barang akan bertanya apakah barang pesanan tersebut bener yang dipesan konsumen, jika benar baru ama diserahkan kekonsumen dengan terleboh dahulu membayar biaya pesanan tersebut.

Baca Juga :   Kondisi Low Seasson, Garuda Hanya Operasionalkan Dua Pesawat

“Kita menyarankan agar pembeli membuka paket kiriman tersebut didepan kurir untuk melihat barang dipesan tersebut,”ungkapnya.

Dan bila barang yang dipesan tidak sesuai dengan pesanan, pembeli bisa membuat berita acara pengiriman dan kurir akan membantu proses kliem keperusahaaan, misalnya yang dipesan camera tapi yang datang handphone.

Peneriman harus terlebih dahulu harus melaporkan kepenjual dan dari asperindo akan membuat berita acara laporan kliem dengan lama proses kliem maksimal 14 hari kerja.

“Tapi sayangnya kebanyakan masyarakat kita yang tidak mau melakukan proses administrasi san lebih senang marah dan protes,”tegasnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Ekonomi Syariah Harus Bisa Bangkit Lebih Maju Lagi

Palembang, Detik Sumsel – Di tengah pandemi yang belum bearkhir, ekonomi syariah memiliki peranan penting …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *