Lahat Urutan Kedua Penduduk Miskin se Sumsel | Detik Sumsel
Pemprov
BPS Lahat ketika membeberkan angka kemiskinan dalam agenda focus group discusskon lahat. Foto Heru/DS.

Lahat Urutan Kedua Penduduk Miskin se Sumsel

Lahat, Detik Sumsel — Badan Pusat Statistik (BPS) Lahat membeberkan, saat ini Kabupaten Lahat berada diurutan ke dua persentase penduduk miskin se kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Meskipun ada penurunan persentase ditahun 2017, persentase kemiskinan di Bumi Seganti Setungguan masih relatif tinggi.

Kepala BPS Lahat, Ir Hj Chairanita Kurniarita MSi mengatakan, tahun 2017 angka kemiskinan di Lahat relatif tinggi. Pihaknya mencatat, Lahat berada diurutan kedua setelah Musirawas Utara. Berada dipersentase 16.81 persen, dengan jumlah 67.330 jiwa penduduk miskin.

“Angka kemiskinan di Lahat, relatif besar. Lahat sudah ramai diperbincangkan,” ujar Chairanita, dalam agenda focus group discusskon Lahat dalam angka 2018, di Grand Zury Hotel, Rabu (7/11).

Baca Juga :   Antisipasi Kelangkaan Obat Ivermectin, Ditreskrimsus Polda Sumsel Cek Kelapangan

Melihat perkembangannya, tahun 2011 angka kemiskinan berada di 17.92 persen atau 67.700 jiwa penduduk miskin. Tahun 2012 menurun menjadi 17.46 persen, 66.600 jiwa. Kenaikan mulai terjadi di tahun 2013 mencapai 18.61 persen, atau 71.800 jiwa.

Tahun 2014-2015 sedikit menurun jadi 18.02 persen, 7071 jiwa, dan 70.670 jiwa. Sedangkan ditahun 2016 menjadi 17.11 persen, atau 67.800 jiwa, hingga ditahun 2017 menjadi 16.81 persen, sebanyak 67.330 jiwa. Dengan jumlah penduduk pria 204. 875 jiwa, perempuan 196.619 jiwa.

Baca Juga :   Satu Warga Kena Peluru Nyasar Saat Petugas BNNP Sumsel Melakukan Razia, Kapolda Sumsel: Akan Saya Cek di Back Up Atau Tidak

“BPS sudah berupaya menyajikan data yang akurat, tepat waktu, murah, akuntabel, relevan atau bisa dibandingkan dengan sebelumnya,” terangnya.

Ditanya faktor penyebabnya, Chairanita menuturkan adanya ketimpangan kehidupan cukup jauh, antara masyarakat menengah, keatas, dan kebawah. Sehingga membuat tingkat pengeluaran masyarakat menengah kebawah, ikut relatif tinggi.

“Data ini kita peroleh melalui survey tingkat pengeluaran makanan masyarakat. Banyak faktor penyebabnya, seperti faktor kenaikan harga, jumlah pendapatan tetap, ditambah minimnya bantuan sosial dari pemerintah,” tuturnya. (heru).


H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Diterjang Arus, Ponton IPA PDAM Unit Tanjung Agung Rusak Berat

Baturaja, Detik Sumsel — Aktifitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Tirta Raja unit Tanjung Agung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.