Lakukan Pembahasan Terkait BKB, LKKB Gelar Kelompok Diskusi | Detik Sumsel
Pemprov
Kegiatan kelompok diskusi bertemakan “Semangat Kepahlawanan Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dan Benteng Kuto Besak"

Lakukan Pembahasan Terkait BKB, LKKB Gelar Kelompok Diskusi

Palembang, Detik Sumsel – Dengan mengusung tema “Semangat Kepahlawanan Sultan Mahmud Badaruddin (SMB)  II dan Benteng Kuto Besak”, Lembaga  Kebudayaan  Kebangkitan Bangsa (LKKB) Sumatera Selatan (Sumsel) sengaja menggelar kelompok diskusi.

Kegiatan yang digelar di Cafe Rajo Tentro yang berlokasi tak jauh dari Kraton Kuto Besak atau biasa di sebut Benteng Kuto Besak (BKB), berbagai narasumber yang mempuni di bidangnya juga turut dihadirkan, seperti Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn, Sejarawan Sumsel Dr Dedi Irwanto, serta Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan.

Dalam diskusi tersenut, Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM. Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn menegaskan bahwa Kesultanan Palembang Darussalam terus mendorong agar BKB bisa di segera di revitalisasi oleh pemerintah.

Apalagi menurut SMB IV, BKB memiliki nilai defense heritage (warisan budaya bernilai pertanahan) yang harusnya dilakukan revitalisasi agar masyarakat mengenal secara luas sejarah BKB.

“Dibukanya Benteng Kuto Besak tersebut merupakan keinginan masyarakat Palembang untuk menikmati cita rasa budaya dan sejarah patriotisme yang pernah terjadi di BKB,” kata SMB IV, Minggu (07/11).

Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan juga mengatakan, pihaknya juga akan mendorong agar BKB di tetapkan sebagai cagar budaya. “Kita minta pemerintah kota Palembang  harus ada keberanian untuk melakukan terobosan agar Benteng Kuto Besak ini khan masuk cagar budaya,” ujarnya.

“Bahkan kita sudah dengar tadi ada beberapa kendala bahwa tim dari Pemkot sendiri mengatakan mereka tidak punya data, padahal BKB sudah lama , masak Pemkot tidak punya data, apakah tim mereka ini ahli atau tidak  untuk mengusulkan BKB sebagai cagar budaya , masak mereka tidak punya data, padahal data sudah banyak,” ucapnya.

“Saya minta fraksi di DPRD Palembang mendorong  kepada pihak Pemkot Palembang BKB untuk menjadi cagar budaya, ini tugas kita sebagai partai politik dan tugas –tugas kedewananan  untuk kepentingan kota Palembang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga  Kebudayaan  Kebangkitan Bangsa  (LKKB) Sumsel, Vebri Al Lintani mengatakan, dari hasil pertemuan tersebut, akan segera dibentuk tim terpadu dari segala unsur masyarakat dan akan menghasilkan naskah akademiknya terkait revitalisasi BKB.

“Artinya kajian-kajian ilmiahnya  tentang Benteng Kuto Besak , kenapa harus dikembalikan  ke masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan merumuskan bagaimana strategi yang efektif agar BKB cepat difungsikan sebagaimana warisan  budaya seperti di tempat lain.

Ditempat yang sama, Sejarawan Sumsel Dr Dedi Irwanto melihat  pasca perang kemerdekaan, 1945-1949 Benteng Kuto Besak dikuasai militer Belanda.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan pasca pengakuan kedaulatan menyebabkan BKB dikuasai militer, Kodam Sriwijaya.

Disamapaikannya, ada 2 pemicu kondisi ini. Pertama. Pada tahun 1950 keluar Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia tanggal 9 Mei 1950 No. H/20/5/7 yang menyatakan bahwa sebidang tanah diambil untuk keperluan mendirikan bangunan negeri.

“Bangunan tersebut telah didirikan dan hingga kini masih dipakai untuk kepentingan negeri dalam hal ini pengembalian hak tak mungkin karena kepentingan negara” paparnya.

Edaran ini menurutnya menyebabkan beberapa bangunan eks Militer Hindia Belanda (KNIL) atau pendudukan tentara Jepang dapat diokupasi sebagai Aset Bekas Milik Asing (ABMA)oleh Tentara Nasional Indonesia, termasuk BKB.

Kedua, munculnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 1957 Tentang Pencabutan “Regeling Po De Staat Van Oorlog En Beleg” dan Penetapan Keadaan Bahaya.

Pada pasal 36 dikemukakan bahwa penguasa keadaan perang berhak untuk memerintahkan penyerahan barang-barang yang diambil untuk dimiliki atau dipakai guna kepentingan keamanan atau pertahanan dan kekuasaan ini dapat diserahkan kepada pejabat-pejabat yang ditunjuk, dalam kasus ini yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Palembang.

Okupasi TNI atas BKB ini menurutnya dapat dikatakan positif karena secara tidak langsung membuat BKB terlindung dan terawatkan hingga saat ini.

Namun dalam perkembangan muncul Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31/PMK.06/2015 tentang Aset Bekas Milik Asing yang seharusnya penguasaan tanah oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dihapuskan dari daftar okupasi sebagai wujud perlindungan hukum kepada pemegang hak atas tanah yang telah diterbitkan sertifikat Hak Milik.

Oleh sebab itu, sejak 2015 sudah ada usaha Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk merevitalisasi BKB sebagai pusat kebudayaan Palembang. Pada beberapa kesempatan petinggi TNI juga memberi lampu hijau untuk revitalisasi ini.

“Selain berbentuk revitalisasi seperti ini ada banyak kemungkinan untuk BKB saat ini sebagai pusat kebudayaan Palembang. Mungkin bisa seperti Benteng Vredendenburg Yogyakarta dengan konstelasi dan atraksi museumnya salah satu contohnya. Lalu bagaimana dengan kita? Semoga kegiatan yang dipatik oleh PKB ini bisa merumuskan suatu kebijakan “baru” tentang keberadaan BKB untuk pusat kebudayaan Sumatera Selatan,” katanya.

Sedangkan Anggota DPRD Palembang Sutami Sag (Fraksi PKB) dan M. Hibani, S.Mn (Fraksi PKS) sepakat akan terus mendorong kepada Pemkot Palembang serius dalam menyikapi revitalisasi BKB dan akan terus mempertanyakan kepada Walikota Palembang progres revitalisasi BKB tersebut.

Diketahui, hadir juga dalam kegiatan, yakni Anggota DPRD Palembang Sutami Sag (Fraksi PKB) dan M. Hibani, S.Mn  (Fraksi PKS),  Ketua Lembaga  Kebudayaan  Kebangkitan Bangsa  (LKKB) Sumsel, Vebri Al Lintani, budayawan Palembang Mang Amin, serta kalangan mahasiswa dan masyarakat Palembang. (Ril)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Cak Amir : PW, PC, dan Banom NU se-Sumsel Siap Membela Rais Aam KH Miftachul Akhyar

Palembang, Detik Sumsel – PWNU Sumatera Selatan KH Amiruddin Nahrawi menegaskan bila seluruh PC, Banom …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *