banner 728x250

Layanan LRT Sumsel Terkendala, Pemerintah Minta Maaf

Kendala tersebut terjadi akibat terputusnya pasokan listrik pada pukul 18.31 WIB hingga pukul 21.30 WIB.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, Detik Sumsel- Pemerintah melalui Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS), Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya kendala pada layanan LRT Sumatera Selatan (LRT Sumsel) pada Senin (04/07).

Kendala tersebut terjadi akibat terputusnya pasokan listrik pada pukul 18.31 WIB hingga pukul 21.30 WIB. “Permohonan maaf kami sampaikan kepada seluruh masyarakat pengguna jasa angkutan LRT Sumsel atas ketidaknyamanan yang dirasakan akibat dari kondisi tersebut,” ujar Kepala BPKARSS Dedik Tri Istiantara hari ini (05/07) di Palembang.

Lebih lanjut Dedik menyampaikan bahwa layanan LRT Sumsel sudah dapat kembali beroperasi secara normal pada Selasa (05/07). “Mulai hari ini LRT Sumsel kami pastikan dapat beroperasi kembali melayani masyarakat dari Stasiun Bandara SMB II hingga ke pemberhentian terakhir
Stasiun DJKA sesuai jam operasional pukul 06.00 – 20.36 WIB,” tambah Dedik.

Sebagai informasi, saat ini layanan LRT Sumsel mengandalkan pasokan listrik dari sistem yang dikelola oleh PT PLN untuk beroperasi. Sehingga, gangguan penghantar 150 KV Lahat – Bukit
Asam yang dialami oleh PT PLN dan menyebabkan terputusnya seluruh aliran listrik di beberapa Kota/Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan pada Senin (04/07), turut berdampak kepada operasional layanan LRT Sumsel.

Baca Juga :   Breaking News! Kebakaran di Ilir Barat 1, Hanguskan 2 Rumah

“BPKARSS sangat menyesali kejadian tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali,” ungkap Dedik.
Untuk memastikan keandalan layanan LRT Sumsel, BPKARSS telah menjalin kontrak Layanan Premium dengan PT PLN untuk menjamin ketersediaan pasokan listrik sejak awal beroperasi.

Kendati demikian, Dedik menyebutkan bahwa apabila terjadi gangguan terhadap pasokan listrik pada LRT Sumsel (Mati listrik) LRT Sumsel sudah memiliki SOP yang dibutuhkan untuk menjaga keselamatan saat evakuasi penumpang sebagai upaya memitigasi potensi bencana maupun gangguan operasional.

“Oleh sebab itu saat kendala operasional berlangsung, petugas kami dengan sigap langsung menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk keperluan evakuasi penumpang,” tutur Dedik. Skema evakuasi yang dimaksud oleh Dedik adalah dengan membantu penumpang turun dari rangkaian kereta serta diarahkan oleh petugas berjalanan kaki menggunakan jalur evakuasi menuju stasiun terdekat.

Baca Juga :   Gerakan 10 Juta Bendera, Sekda Ratu Dewa Sambangi Warga Rusun

Pada saat terjadi kendala operasional kemarin (4/7) terdapat 6 (enam) rangkaian kereta LRT Sumsel yang sedang beroperasi. Masing-masing rangkaian kereta LRT Sumsel tersebut berada tersebar di beberapa titik dengan 2 (dua) rangkaian kereta P80 dan P81 berada di petak jalan antara Stasiun Asrama Haji dan Stasiun Bandara.

Kemudian, 2 (dua) rangkaian kereta P78 dan P83 berada di petak jalan Stasiun Demang (Berjarak + 150 Meter), dan 2 (dua) rangkaian kereta P76 dan P85 berada di Stasiun Polresta. “Saat ini BPKARSS terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengupayakan langkah-langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi kembali,” pungkas Dedik.

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL