Lima Bulan Mati Suri, Pelaku Usaha OT Minta Pemkot Pagaralam Beri Izin Operasi | Detik Sumsel
Detik
Rendi/Detik Sumsel - Anggota Organisasi OTBB Pagaralam saat menggelar musyawarah terkait usulan pelaku usaha OT boleh kembali beroperasi di siang hari. 

Lima Bulan Mati Suri, Pelaku Usaha OT Minta Pemkot Pagaralam Beri Izin Operasi

Pagaralam, Detik Sumsel – Kota Pagaralam merupakan satu dari sekian banyak daerah yang saat ini masuk daftar zona hijau Covid-19. Berdasarkan data gugus tugas Pagaralam, saat ini tercatat nihil kasus positif Covid-19. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) hingga saat ini masih belum memberikan kebebasan atau izin bagi masyarakat untuk melakukan hiburan serta persedekahan.

Menyikapi hal tersebut, salah satu kelompok penggiat seni Pagaralam yang tergabung dalam Organisasi Organ Tunggal Besemah Bersatu (OTBB) meminta Pemkot Pagaralam memberikan izin kegiatan hiburan, seperti pentas saat resepsi pernikahan.

“Kita lihat saat ini perekonomian masyarakat sudah mulai menggeliat kembali sejak dibukanya era new normal. Bahkan pemerintah sudah memperbolehkan beraktivitas seperti biasa dengan catatan harus mengikuti protokol kesehatan. Namun tidak semua pelaku usaha dapat menikmati era tersebut, seperti usaha OT yang mengandalkan pentas dari hajatan pernikahan. Ya, sampai saat ini masih belum diizinkan untuk tampil,” kata Ketua OTBB Bambang Irawan, Kamis (20/8).

Ia mengaku sejak merebaknya wabah pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir ini, sektor perekonomian khususnya di Pagaralam cenderung tidak stabil. Termasuk juga sektor pelayanan jasa di bidang organizer, seperti usaha catering, pelaminan, tenda, bahkan hiburan mengalami mati suri.

Untuk itu, menurutnya sudah selayaknya Pemkot Pagaralam memperhatikan para pelaku usaha seperti OT dan grup musik dengan mengeluarkan izin untuk kegiatan hiburan. Tentunya, harus mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

“Kami yakin, saat ini masyarakat, khususnya masyarakat Pagaralam sudah sangat menginginkan adanya kegiatan hiburan terutama di acara pernikahan atau kegiatan lainnya dan saya yakin mereka dapat mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Menurut dia, sudah hampir lima bulan ini pihaknya tidak pernah beroperasi, baik di acara pernikahan maupun di acara lainnya.

“Kami selaku pelaku usaha OT saat ini sudah dalam kondisi mati suri. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun kami kewalahan. Jadi dari mana lagi kami mendapatkan penghasilan,” terangnya.

Bambang menambahkan, bahkan OTBB yang menaungi 60 pelaku usaha OT di Pagaralam sudah satu suara, untuk meminta pemerintah mengizinkan pihak dapat beroperasi kembali, khususnya di siang hari. Dengan catatan menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, menyiapkan hand sanitizer, membungkus mikrofon, menyediakan biduan maksimal hanya satu, tidak beroperasi malam hari, serta setiap personel harus menjaga jarak.

“Kita sudah menegaskan kepada semua anggota OTBB jika tidak melaksanakan protkes Covid-19 siap disanksi. Bahkan jika ada yang berani beroperasi dimalam hari di wilayah Pagaralam, pihaknya siap disanksi berat seperti penyitaan alat musik,” pungkasnya. (rendi)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Vaksinasi Anak, Polres Pagaralam Sasar Sekolah Dasar

Pagaralam, Detik Sumsel – Polres Kota Pagaralam terus gencar melaksanakan giat vaksin diwilayah hulumnya, vaksinasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *