Mahasiswa dan Masyarakat OKU Kembali Geruduk Kantor Bupati Tanyakan Pembangunan RSUD Ibnu Sutowo | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov
Masaa saat menyampaikan orasinya

Mahasiswa dan Masyarakat OKU Kembali Geruduk Kantor Bupati Tanyakan Pembangunan RSUD Ibnu Sutowo

Baturaja, Detik Sumsel — Forum mahasiswa dan Masyarakat Peduli OKU kembali menggelar aksi dikantor Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) untuk mempertanyakan kejelasan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo Baturaja, Rabu siang (18/9).

“Sudah hampir dua tahun pasca dibongkar, pembangunan RSUD Ibnu Sutowo Baturaja tidak ada titik terangnya, kita hanya diiming-imingi dengan pembangunan rumah sakit lima lantai dengan segala fasilitsnya, namun kenyataannya hingga hari ini belum ada kejelasan,” kata Koordinator Aksi Josie Robert saat menyampaikan orasinya.

Masih dengan tuntutan yang sama, puluhan massa meminta penjelasan yang konkrit dari Bupati OKU terkait pembongkaran rumah sakit ini. “Kita saat ini dalam proses penurunan, bagaimana tidak disaat rumah sakit lain tengah membicarakan kemajuan, rumah sakit di OKU malah dibongkar dan belum tahu kejelasannya,”Geramnya.

Puluhan massa ini disambut oleh Sekda OKU Dr Drs H Achmad Tarmizi SE MT MSI, awalnya massa menolak karena mereka ingin bertemu dan mendengar penjelasan langsung dari Bupati OKU Drs H Kuryana Aziz yang saat bersamaan sedang ada kegiatan di kecamatan Kedaton Peninjauan Raya. “Kami tidak mau, kalau bukan Bupati,” teriak massa.

Baca Juga :   Sekda Kesal, Ruang Kerja Dinas Pariwisata Banyak Terkunci

Namun Kabag Ops Polres OKU Kompol M.Ginting berhasil memediasi dan menjembatani massa dan pihak Pemkab OKU sehingga massa mau bertemu dan mendengarkan penjelasan dari Sekda OKU terkait pembongkaran RSUD Ibnu Sutowo Baturaja.

Dihadapan massa, Sekda OKU Achmad Tarmizi menjelaskan pembangunan RSUD ini bermula dari Visi Misi Bupati OKU, yang tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat OKU dengan pembangunan rumah sakit ditingkatkan sedemikian rupa.

“Kita berusaha membangun rumkit itu dengan dana pinjaman, sebab kalau dengan APBD, dana APBD kita kecil, tahun ini APBD kita hanya 1,5 Triliun, jika dibangunkan maka akan mengakibatkan terhambatnya pembangunan lainnya,” jelasnya.

Nah pembangunan rumah sakit ini juga lanjutnya, sesuai arahan Presiden Jokowi kepada seluruh Bupati diarahkan dan dipersilahkan meminjam dana talangan dengan PT SMI supaya tidak menggangu APBD.

“Tapi itu tadi syarat pinjaman di PT SMI ini banyak sekali, berpuluh kali kita ke Jakarta dan salah satu syaratnya kita harus menyiapkan lahan, makanya rumah sakit yang bangunannya sudah tidak layak dibangun tahun 1952 itu dibongkar, ya namanya kita mau ngutang makanya kita siapkan syaratnya,” ujarnya

Baca Juga :   Berprestasi Internasional, Atlet Bisa Kuliah Gratis di London

Disebutkan Tarmizi, pembongkaran RSUD tersebut sudah melalui prosedur dan SOP yang berlaku. “Kita siap tanggung jawab jika tidak sesuai prosedur,” ujarnya

Menurut Tarmizi, pembongkaran ini juga tidak menimbulkan kerugian, dan juga tidak mengganggu pelayanan dirumah sakit. “Jika kemarin berhasil lelang mungkin Rumah sakit ini sudah dibangun, tapi kemarin dua peserta lelang tidak memenuhi persyaratan, dan tahun 2020 nanti sesuai kebijakan Bupati menggunakan APBD rumah sakit ini akan dibangun dengan anggaran 52 milyar,” tandasnya.

Penjelasan ini mendapat protes dari massa, massa mempertanyakan pembongkaran ini tidak melalui persetujuan DPRD OKU yang notabenenya merupakan wakil rakyat OKU. “Surat persetujuan itu saya sendiri yang mengantarkan kerumah Ketua DPRD OKU yakni Zaplin Ipani dan sudah ditandatangani oleh dua unsur pimpinan lainnya,” kata Tarmizi. (fei)

 

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Dua Hari Bawa Kabur Kekasih, IL Terancam Dibui

Lahat, Detik Sumsel – Sepasang sejoli beranjak gede dilanda asmara berinisial IL, warga Desa Pajar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *