Maksimalkan Program CSR, Pertamina Ajari Warga Binaan Mandiri dan Buka Peluang Usaha | Detik Sumsel
BNI"

Maksimalkan Program CSR, Pertamina Ajari Warga Binaan Mandiri dan Buka Peluang Usaha

Palembang, Detik Sumsel – Menjadi warga binaan tidak selamanya negatif, karena banyak dari warga binaan yang ada di Lembaga Pemasyarakat (LP) Perempuan Merdeka, justru sudah mulai memikirkan bagaimana ketika keluar dari binaan bisa menciptakan penghasilan sendiri.

Seperti yang dilakukan Reihan. Warga Aceh yang tersandung kasus narkoba ini terlihat sangat cekatan, dalam mengelola bahan mentah menjadi roti dengan berbagai varian, salah satunya biskuit dari sayur bayam merah yang diolah dan diperuntukkan untuk anak-anak yang susah makan sayur.

Biskuit dari daun bayam merah ini, diolah Raihan dengan penuh semagat bersama teman-temanya yang ada disana. Nantinya, biskuit tersebut akan diberikan untuk anak-anak stanting (gagal tumbuh) di dua puskesmas yang ada di Palembang, salah satunya di Keramasan, sebagai contoh awal pemanfaaran biscuit bayam yang dibagikan secara gratis.

“Biskuit bayam ini awal mulanya tercetus pada saat pelatihan yang dilakukan Pertamina Patra Ogan, melalui program Coorporate Sosial Responsibility (CSR), yang memberikan pelatihan bagi warga binaan untuk belajar bagaimana menciptakan peluang usaha setelah keluar dari sini,” ungkap Raihan.

Melalui pelatihan yang dilakukan Pertamina sejak 1 tahun lalu, Raihan dan warga binaan lainnya terus belajar. Sehigga ia diberi kesempatan untuk menjadi pengelola bakery, yang menjaul aneka roti hasil karya warga binaan.

“Kalau roti kami membuatnya setiap hari, tapi kalau biskuit dari bayam merah, kita olah tiap satu bulan sekali disesuaikan dengan masa panen bayam,”jelasnya.

“Kita sangat bersyukur ada program pelatihan dan bantuan alat produksi dari Pertamina. Karena dengan ini kami bisa mengisi waktu kami di tempat binaan ini lebih bermanfaat,” lanjut Raihan.

Hal senada juga dirasakan Darmiyati, warga binaan yang tersandung kasus narkoba dan harus menghabiskan waktu 8 tahun mendekan di LP.

“Sebagai warga binaan, kami diberikan keleluasaan dalam mengisi waktu, salah satunya pelatihan yang diberikan Pertamina. Ada delapan program yang bisa dipilih warga binaa, mulai dari bakery, laundry, tataboga, tata rias dan hidroponik yang diberikan melalui program CSR Pertamina,”ucapnya.

Ibu 9 anak dengan 6 cucu ini, lebih memilih hindroponik sebagai pengisi waktu luangnya sebagai warga binaan. Setiap hari, ia bersama temannya mengelola kebun hidroponik bantuan Pertamina dengan penuh semagat. Selain bisa menambah ilmu, ia juga bisa merasakan udara bebas meski hanya dua kali dalam seminggu.

Hidroponik yang mereka kelola, setiap bulannya menghasilkan bayam, pakcoy, kangkung dan sayur lainnya.

“Kami senang bisa ikut dalam program yang diadakan Pertamina ini, karena dengan kegiatan ini kami bisa mempersiapkan diri ketika keluar dari Lembaga Pemasyarakat kami memiliki keahlian untuk merubah hidup lebih baik,” jelasnya ketika dibincangi disela- sela Lanen Bayam Hidproponik, Jumat (29/10).

Kasubsi Sarana Kerja Lembaga Pemasyarakatan (LP) Perempuan Merdeka, Wahda Chairunnisa mengatakan, program ini sangat bermanfaat bagi warga binaan. Mereka merasa terbantu dengan adanya pengelolaan sayur hidroponik ini, karena bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan mereka di Lapas meski masih kecil.

“Disini ada lebih kurang 560 warga binaan. Namun memang, baru 50 warga binaan yang ikut kegiatan seperti ini. Mereka ini memiliki kemauan, minat dan bakat. Rata-rata mereka sudah menjalani setegah masa pidana dan disidang TPP. Sejauh ini, mereka tidak pernah ada masalah dan berkelakuan baik selama menjalani masa tahanan,”urainya.

Meski tidak membedakan jenis pidana, namun diakuinya rata-rata warga binaan yang ikut dalam kegiatan ini kebanyakan karena kasus narkoba.

Ditambahkannya, untuk program Coorporate Sosial Responsibilty (CSR ) Pertamina Patra Niaga ini, memiliki 8 program CSR yakni tata boga, laundry, galeri pembuatan bordir, tata rias, pembuatan roti, menjahit, hidroponik dan peternakan budidaya lele.

“Kami menyambut baik bantuan yang diberikan Pertamina. Setidaknya, ini bisa membantu kami dalam membina warga binaan selama satu tahun terakhir melalui program kemitraan seperti ini,”katanya.

Sr Spv CSR & SMEPP, Agustina Mandayati mengatakan, sebagai bentuk kepedulian pihaknya terhadap warga binaan, Pertamina Patra Niaga sejak satu tahun lalu menjadikan LP Wanita Merdeka sebagai wadah untuk program CSR, dalam bentuk bantuan pelatihan dan juga dalam bentuk produk yang dibutuhkan warga binaan.

Ia menambahkan, pihaknua senang bisa membantu warga binaan. Tidak hanya pelatihan yang diberikan, tapi juga apa yang dibutuhkan mereka seperti alat – alat make up, bibit tanaman, mesin cuci dan alat alat untuk mendukung usaha bakery. Dengan mendatangkan langsung pelatih, sesuai keinginan mereka masing-masing.

“Kita sudah besinergi dengan Lapas perempuan ini sejak 1 tahun lalu, dan secara umum dana untuk mendukung program CSR tahun 2020 sampai 2021 mencapai Rp 300 juta, salah satunya bantuan untuk LP Perempuan ini,” tutupnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Aplikasi Kuncie dan Fita dari Telkomsel Raih Google Play Awards 2021

Palembang, Detik Sumsel – Dua aplikasi besutan Telkomsel, yakni Kuncie dan Fita, berhasil meraih penghargaan …

One comment

  1. Rumah Disabilitas Sriwijaya

    Rumah Disabilitas Sriwijaya, baru 1 tahun berdiri dengan anggota tuna Netra, tuna daksa, tuna rungu dan tuna grahita.program nyz untuk membuat mereka kreatif dengan usaha yang dilakukan seperti pembuatan sapu Lidi, papan bunga dan pot bunga. Kami mengharapkan bantuan CSR Pertamina untuk penambahan modal papan bunga. Sekiranya CSR per9 berkenan nomor tlp. RDS 0812 7349 8989. Trima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *