Manajemen Klub Diminta Hentikan Pencitraan dan Fokus Selamatkan SFC | Detik Sumsel
BNI"
Mantan manajer SFC Hendri Zainuddin (Istimewa)
Mantan manajer SFC Hendri Zainuddin (Istimewa)

Manajemen Klub Diminta Hentikan Pencitraan dan Fokus Selamatkan SFC

Palembang, Detik Sumsel-Makin hari kondisi Sriwijaya FC kian menghawatirkan. Rentetan hasil negatif yang diperoleh di kompetisi Liga 1 2018, membuat klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini terus mendekati zona merah.

Dari lima laga terakhir yang dijalani, tim peraih gelar double winner edisi 2007 hanya mampu mengumpulkan 1 poin, saat menahan imbang Persebaya 3-3 di partai kandang terakhir. Sedangkan sisanya berujung dengan hasil minor.

Kekalahan ke-10 yang diderita SFC usai ditaklukkan PSM Makassar 2-0 di laga terakhir. Membuat Teja Paku Alam dan kawan-kawan harus pasrah bertengger di papan bawah dan menempati posisi 14 klasemen sementara.

Bahkan saat ini, Laskar Wong Kito hanya terpaut tiga poin dari Perseru dan PS.TIRA yang berada di peringkat 16 dan 17, serta empat poin dari PSMS Medan sebagai juru kunci atau zona degradasi.

Kalau terus begini, maka bukan tidak mungkin musim depan SFC akan terlempar dari kompetisi kasta tertinggi dan berlaga di Liga 2. Apalagi setelah ini, SFC akan menghadapi tim kuat Bali United di laga kandang dan juara bertahan Bhayangkara FC di partai away.

Kondisi ini membuat Senator asal Sumsel, Hendri Zainuddin merasa prihatin dan sedih. Karena itu dia meminta kepada PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku manajemen klub, agar lebih fokus memperbaiki performa tim dan segera mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan SFC.

“Sebab saya perhatikan, manajemen klub saat ini hanya sibuk melakukan pencitraan, untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat maupun fans SFC. Dengan mengumbar janji akan mendatangkan investor, dengan dalih menjadikan SFC lebih profesional. Lebih baik mereka memikirkan, bagaimana agar SFC jangan sampai degradasi,”pintanya.

Menurut mantan manajer SFC ini, kenapa baru sekarang PT. SOM baru memikirkan untuk menjadi manajemen klub yang profesional dan kenapa tidak dari dulu. Disaat tim dalam kondisi terpuruk, sebagai  dampak dari evaluasi besar-besaran yang dilakukan ditengah kompetisi.

“Selain itu, biasanya evaluasi itu dilakukan untuk memperbaiki performa tim yang tidak maksimal. Tapi ini justru sebaliknya, evaluasi dilakukan dengan melepas 8 pemain inti dan seluruh jajaran pelatih. Disaat SFC dalam puncak permainan terbaiknya dan berada di posisi 3 klasemen sementara Liga 1 2018,”bebernya.

HZ mengaku, dirinya sama sekali tidak mengerti dengan keputusan tersebut. Apalagi sejak awal musim kompetisi, manajemen menyebut kondisi keuangan klub cukup stabil, sehingga berani mendatangkan pemain bintang serta pelatih berkualitas dan menargetkan juara.

“Tapi tiba-tiba manajemen klub beralasan, mereka melepas pemain dan pelatih untuk menghemat pengeluaran tim. Ini kan aneh,”tanya HZ. (Iyop)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

SAMPA PP Sumsel Minta Junimart Girsang Belajar Lagi Nilai – nilai Pancasila

Palembang, Detik Sumsel — Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila Sumatera Selatan ikut dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *