Mau Pulang Usai Hangout, Ningsih Diperkosa Sopir Trevel | Detik Sumsel
BNI"

Mau Pulang Usai Hangout, Ningsih Diperkosa Sopir Trevel

Lahat, Detik Sumsel — Ningsih (14), hanya bisa menangis sejadi-jadinya ketika pulang ke rumah orang tuanya di Desa Padang Temu, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi Kabupaten Lahat. Setelah bunga mahkotanya direnggut paksa oleh Jhoni Saktiawan (38), ketika hendak pulang ke desa usai dari Kota Pagaralam.

Kejadian berdarah memilukan ini berawal Sabtu (15/9), petang itu sekitar pukul 17.30 WIB, Ningsi bersama pacarnya, Dimas Mardian (18) warga Kota Pagaralam, dan kedua temannya Renaldi Saputra, Sendi Alamsyah,warga yang sama. Menumpang mobil Jhoni, mengantar pulang Ningsih sambil berencana melanjutkan hangout di desa Ningsih.

Sayangnya, saat ditengah jalan persis ditempat sepi, Jhoni berlagak menyuruh ketiga teman pria Ningsih turun dari mobil miliknya. Sambil diancam Ningsih pun dibawa duda satu anak ini pergi ke sebuah perkebunan sawit diwilayah tersebut. Jhoni pun menodai kesucian Ningsih, sambil menangis Ningsih yang takut akhirnya pasrah menuruti keinginan Jhoni.

“Tersangka ini sopir travel gelap jurusan Pagaralam-Tanjung Sakti. Tersangka memang suka minuman keras, dan sudah satu tahun pisah ranjang dengan istrinya,” terang Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Satria, Selasa (18/9).

Kendati Jhoni merupakan teman Dimas saat meneguk minuman. Dimas rupanya tak menyangka Jhoni tega merebut mahkota kekasihnya itu. Lantaran Ningsih tak kunjung pulang, Dimas pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Tanjung Saksi.

Tak lama Ningsih pun pulang ke rumah, Ningsih menangis sejadi-jadinya menceritakan kejadian itu dihadapan kedua orang tuanya. Unit PPA Satreskrim Polres Lahat yang mendapat kabar tersebut, langsung meluncur ke lokasi. Bersama anggota Polsek Tanjung Sakti, petugas langsung mengepung rumah Jhoni, dan membawanya tanpa perlawanan.

“Hubungan korban dengan tersangka ini baru kenal, ikut mobil tersangka karena ada pacarnya. Tapi tersangka dengan pacar korban, suka kumpul miras bareng. Kita jerat Pasal 81 ayat (1) (2) UU No 35 tahun 2014 perubahan UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” terang Kanit PPA, Ipda Omin Suhandi. (heru).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Waspada, Tujuh Kecamatan di Lahat Berpotensi Longsor

Lahat, Detik Sumsel – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat menyebut, puncak penghujan diprediksi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *