Mengaku Polisi Sambil Menunjukkan KTA, Todong Sopir Truk Bermuatan CPU | Detik Sumsel
Pemprov
Dua pelaku penodongan sopir truk bermuatan CPO saat dihadirkan di Polsek Ilir Timur II Palembang

Mengaku Polisi Sambil Menunjukkan KTA, Todong Sopir Truk Bermuatan CPU

Palembang, Detik Sumsel — Unit Reskrim Polsek Ilir Timur II meringkus dua pelaku penodongan sopir truk bermuatan minyak kelapa sawit (CPU) milik perusahaan swasta di Pendopo Kabupaten Pali.

Pelakunya adalah Mgs Ahmad Khuzairi (29) warga Keluarahan Srijaya, Kecamatan Alang Alang Lebar dan Hendra Saputra (20) warga jalan Kancil Putih 5, kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Aksi penodongan yang dilakukan kedua pelaku di Jalan Bambang Utoyo Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II tepatnya di depan PT Andovelin Raharja Palembang pada Jumat (2/9/2021) lalu.

Kapolsek Ilir Timur II Kompol Yuliansyah mengatakan modus pelaku menodong korban Wawan mengaku sebagai anggota Polri. Kedua pelaku menghadang truk yang dikendarai korban dengan mobil Cayla.

Korban Wawan (55) mengendarai mobil truk tangki berisikan CPO dari Pendopo kabupaten Pali tujuan Palembang.

Saat melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kedua pelaku menghadang laju truk dengan menggunakan mobil Cayla warna putih.

“Karena takut korban turun dan lari ke pos Satpam PT Andovelin Rajarja untuk minta tolong.

Melihat korban melarikan diri pelaku mengejar korban. Rahmat pelaku yang DPO sempat menunjukan KTA Polisi kepada korban dan satpam, kemudian korban di bawa oleh ketiga pelaku untuk berkeliling.

“Saat korban diajak keliling para pelaku kemudian memaksa meminta uang Rp 5 juta kepada korban, namun korban hanya bisa memberi Rp 2 juta, setelah minta transfer kepada keluarganya karena butuh uang,” ujarnya, Selasa (28/9).

Setelah itu uang Rp 1,9 juta di ambil pelaku di rekening korban melalui ATM, selanjutnya korban di turunkan pelaku di kawasan kantor Walikota Prabumulih.

“Saat dilakukan introgasi oleh anggota kita tersangka Khuzairi mengaku cuma ikut karena diajak Rahmad,” jelasnya.

Dihadapan polisi tersangka Khuzairi mengaku Rahmad teman mereka yang masih DPO merupakan pecatan polisi.

“Rahmad mengaku kalau dia pecatan polisi dengan menunjukkan KTA nya jadi kami percaya, yang merencanakan semua ini adalah Rahmat,” ungkapnya.

Khuzairi menjelaskan mereka menodong korban terlebih dulu membuntuti mobil tangki korban dengan menggunakan mobil Cayla lokasi.

“Kami hadang dan suruh stop kemudian kami mengaku anggota, lalu dia lari masuk post satpam. Kemudian kami datangi pos Satpam itu dan kami mengaku polisi dan Rahmad menunjukan KTA polisi ke satpam,” katanya.

Lanjut Khuzairi mengungkapkan, setelah korban di lepas satpam kemudian korban dibawa naik mobil dan berkeliling.

“Saat itu korban kami ikat menggunakan tali dan matanya ditutup menggunakan kain, kami minta duit Rp 5 juta dan korban memberi Rp 2 juta setelah korban menghubungi keluarganya, karena dia takut kemudian menuruti kemuan kami,” jelasnya.

Uangnya hasil menodong korban, oleh pelaku dibagi rata. “Uangnya sudah habis saya gunakan untuk makan dan beli rokok,” tutupnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Menuju KNH 2021, Perhumas Usung Semangat Resiliensi dan Optimisme untuk Indonesia

Jakarta, Detik Sumsel- Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) menggelar kick-Off Menuju Konvensi Nasional Humas (KNH) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *