Mengenal Makanan Telok Abang, Telok Ukan dan Ketan Capit Hanya Ada di 17 Agustus | Detik Sumsel
Pemprov
Ketua umum Angkatan Muda Keluarga Palembang Darussalam dr Alfa Siti Azizah Gadjahnata SPOK

Mengenal Makanan Telok Abang, Telok Ukan dan Ketan Capit Hanya Ada di 17 Agustus

Palembang, Detik Sumsel — Sebagian besar warga kota Palembang mungkin kenal dengan telok abang. Makanan yang hanya ada disetiap perayaan kemerdekaan RI ini identik dengan permainan anak anak yakni pesawat terbang dan kapal – kapalan yang banyak dijumpai di sepanjang jalan merdeka dan jeramba karang tidak jauh dari kantor Walikota Palembang.

Tapi warga kota Palembang tidak semua tahu apa itu telok ukan dan ketan capit. Panganan ini juga sering disajikan di perayaan kemerdekaan RI di kota Palembang.

Ketua umum Angkatan Muda Keluarga Palembang Darussalam (AMKPD) dr Alfa Siti Azizah Gadjahnata SpOk mengulas kembali kebudayaan kota Palembang khususnya makanan khas Palembang yang ada disetiap perayaan kemerdekaan Indonesia yakni telok abang, telok ukan dan ketan capit yang tidak ada di wilayah lain.

Dokter Alfa menjelaskan telur ukan, adalah makanan yang terbuat dari telur bebek yang di lubangi lalu diisi dengan santan kelapa dan dicampur dengan air daun suji ditambah sedikit garam lalu dikocok dan ditutup dengan gabus tempat yang telah di lubangi semula setelah itu baru dikukus.

“Telur ukan ini rasanya gurih bahannya seperti srikaya tapi tidak ada rasa manis karena srikaya memakai gula, sedangkan telur ukan tidak memakai gula. Makanan ini hanya ada di 17 Agustus saja,”katanya.

Dikatakan cek Alfa, sapaan akrabnya selama ini masyarakat kota Palembang hanya mengenal telok abang saja. Hanya sedikit masyarakat yang tahu bahwa ada makanan khas kota Palembang pada saat perayaan kemerdekaan RI di tanggal 17 Agustus seperti sekarang ini.

“Telur ukan, ketan capit sangat muda kita temui disepanjang jalan Merdeka mulai dari jeramba karang sampai pasar 26 Ilir saat menjelang 17 Agustus,”bebernya.

Kalau tidak dalam pandemi covid 19 seperti sekarang ini, kata Alfa masyarakat kota Palembang berbondong bondong membeli makanan telok abang, telok ukan dan ketan capit sehabis nonton bidar di sungai Musi yang selalu digelar setiap 17 Agustus.

“Warga sekitar jeramba karang dan pasar 26 Ilir inilah yang terus menjaga tradisi kebudayaan Palembang mereka setiap tahun selalu membuat telok abang, telok ukan dan ketan capit yang mereka jual disepanjang jalan merdeka mulai dari depan kantor walikota Palembang hingga jeramba karang,”tandasnya.

Untuk selaku putri Palembang asli dokter Alfa akan terus menjaga dan melestarikan budaya kota Palembang. “Tradisi dan budaya kota Palembang ini harus kita banggakan dan harus kita jaga dan dipertahankan karena telok abang, telok ukan dan ketan capit tidak ada didaerah lain,”pungkasnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Hidupkan Sunnah Memanah, Pesantren Tahfizh Kiai Marogan Gelar Archery Tournament

Palembang, Detik Sumsel — Pesantren Tahfidz Kiai Marogan menggelar Marogan Archery Tournament Sumatera Open Ground …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *