Menggiurkan Harga di Pasar Gelap Burung Asli Indonesia Timur Capai Ratusan Juta | Detik Sumsel
Pemprov
BKSDA Sumsel saat translokasi satwa asli Indonesia Timur jenis burung dilindungi ke Maluku, Papua dan Papua Barat melalui terminal Cargo Bandara SMB II Palembang.

Menggiurkan Harga di Pasar Gelap Burung Asli Indonesia Timur Capai Ratusan Juta

# Burung Kakak Tua Raja dan Jambul Kuning Dikembalikan Kehabitat Aslinya

Palembang, Detik Sumsel — Balai Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan melepas liarkan atau translokasi 74 ekor satwa dilindungi jenis burung ke habitat aslinya di Indonesia Timur diantaranya Maluku, Papua dan Papua Barat.

Burung – burung jenis kakak tua raja enam ekor, kakak tua jambul oranye tujuh ekor, nuri kepala-hitam 10 ekor dan satu dalam kondisi mati, Burung mambruk dua ekor.

Ini diterbangkan ke tiga kota di wilayah Indonesia melalui terminal Cargo Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Selasa (5/10/2021).

Satwa asli dari Indonesia Timur ini merupakan hasil tangkapan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polisi Daerah Sumatera Selatan berada didalam mobil Hi Ace dengan nomor polisi B-7084-TDB yang terparkir di jalan Bypass Soekarno Hatta Palembang, Rabu (29/9) lalu.

Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnubarata mengatakan setelah diidentifikasi jumlah awal satwa yang diamankan Polda Sumsel ini 114 ekor terdiri dari delapan satwa yang dilindungi dan satu satwa yang tidak dilindungi karena bukan dari Indonesia.

“Karena selama proses pengecekan dan lain lain atau dalam proses pengangkutan, cara membawa dan mempackingnya membuat hewan hewan ini stres sehingga ditemukan 40 ekornya mati,”kata Ujang kepada wartawan di terminal Cargo bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Selasa (5/10/2021).

Dikatakan Ujang, pelepasan satwa dilindungi ini sebagai upaya kerjasama dalam menjaga dan melestarikan satwa dilindungi yang ada di Indonesia.

“Sebelum dilepaskan ke habitat nya semua satwa ini sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan lain sebagainya semua hewan ini sudah siap untuk dikirim melalui udara,”bebernya.

Lebih lanjut dikatakan Ujang dari survei pasar gelap perdagangan satwa dilindungi didalam negeri yang berhasil diamankan ini harganya sekitar Rp 300 juta. Sedangkan perdagangan pasar gelap satwa di luar negeri harganya bisa tiga kali lipat dari harga jual didalam negeri.

“Sama sama di perdagangan pasar gelap kalau pasar gelap diluar negeri total harga satwa ini bisa mencapai Rp 1,3 milyar. Ini tantangan kita bersama untuk membongkar penjual satwa dilindungi, karena harga yang ditawarkan sangat mengundang orang untuk melakukan nya,”tandasnya.

Sementara itu, Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel Rahmat Sihotang pengungkapan 114 satwa yang dilindungi ini berdasarkan informasi dari masyarakat pada 6 September 2021 di Jalan Soekarno Hatta ada satu mobil Hi Ace yang mencurigakan yang terparkir di jalan Bypass Soekarno Hatta Palembang.

Lalu atas laporan tersebut pihaknya langsung bergerak mengecek ketempat kejadian, lalu dibenerkan adanya mobil yang dicurigai tersebut.

Petugas tidak langsung melakukan penggeledahan namun lebih dulu melakukan pemantauan, berharap ada orang yang datang menghampiri mobil itu.

Setelah beberapa waktu melakukan pemantauan mobil terlihat tampak bergoyang. Dari sana petugas langsung menggeledah mobil bernopol Jakarta itu. Lalu petugas menemukan puluhan kandang berisikan hewan-hewan tersebut.

“Tidak ada orang dalam mobil tersebut, kemudian mobil itu bergerak-gerak. Setelah dicek di bagian belakang ternyata banyak satwa didalam sangkar,” ujarnya.

Atas temuan tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan supaya bisa dilakuan tindak lanjutnya.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel saat ini masih terus menyelidiki terkait informasi pemilik dari kendaraan mobil tersebut termasuk diduga pelakunya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

PPP Lahat Incar Kursi Pimpinan pada Pileg 2024 Mendatang

Lahat, Detik Sumsel – Nizaruddin SH, kembali nahkodai Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Partai Persatuan Pembangunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *