Mengulik Data Customer Lama Untuk Dukung Penjualan | Detik Sumsel
Pemprov

Mengulik Data Customer Lama Untuk Dukung Penjualan

Palembang, Detik Sumsel – Sejak diberlakukanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 29 Juli hingga saat ini, membuat pelaku usaha mulai mengubah pola transaksi jual beli dengan sistem jemput bola langsung kekonsumen.

Seperti yang dilakukan Eraphone sejak PPKM yang membatasi operasional Mall, eraphone tetap melakukan penjualan melalui sistem mengulik data custamer yang sudah pernah bertransaksi 1 tahun atau 2 tahun yang lalu.

Store Head Eraphone Palembang Square (PS) Mall, Muhammad Wahyu Mengatakan, kondisi seperti ini harus sikapi dengan pikiran positif saja, penjualan memang banyak terjadi penurunan pasti, tapi kondisi ini ada efek positif dan efek negatifnya, karena dengan kondisi seperti ini pihaknya membuka data custamer lama dan menawarkan kembali bila konsumen ingin kembali membeli produk handphone yang diinginkan.

“Pola seperti ini cukup membantu untuk penjualan kita selama tutup mall, tapi dari sisi penjualan turun sangat draktis dari biasanya 170 unit handphone dan lainya terjual saat Weekday sekarang ini dibawah 100 unit, ya rata- rata 30 sampai 60 unit perhari.”Jelasnya saat diwawancarai, Jumat (06/08)

Ia menambahkab, meski mall tutup pihaknya tetap melakukan penjualan, “Kami tetap berjualan dan kita stanbay diluar mall dan didalam ada juga petugas yang distanbaykan dua karyawan untuk mendukung penjualan.

Ditambahkanya, melalui pola seperti ini ternyata cukup efektif untuk mendongkrak penjualan,”Setelah kita telepon ternyata banyak yang berminat kembali membeli handphone atau produk lainya yang kita tawarkan disini.”katanya

Selain itu dikatanya, pihaknya juga menerapkan penjualan secara online baik melalui link maupun via Whatshab. Setelah konsumen memesan produk apa yang diinginkanya, dan pihaknya akan mengantarkan barang serta melakukan transaksi baik pembayaran melalui Atm , kartu kredit maupun pembayaran mengunakan pembayaran uang elektronik.

Ia menambahkan, untuk saat ini pihaknya menghadirkan promo berupa potongan sebesar Rp100 ribu sampai Rp 200 ribu untuk setiap pembelian produk seharga Rp 2 juta perunit.

Dikatanya, bila dibandingkan dengan penerapan PSPB beberapa waktu, penjualan saat ini sudah bisa dikatakan lumayan, dan untuk mengurangi resiko transaksi pembayaran tidak diterima secara cas tapi melalui store tunai. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

UMKM Harus Melek Digitalisasi, Agar Bisa Bersaing di Tengah Pandemi

Palembang Detiksumsel – Pandemi mengubah kebiasaan hidup masyarakat dari semula kegiatan banyak dilakukan secara offline …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *