Metode Problem Based Learning Solusi Untuk Mengurangi Prokrastinasi Akademik Siswa | Detik Sumsel
Pemprov

Metode Problem Based Learning Solusi Untuk Mengurangi Prokrastinasi Akademik Siswa

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamanaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan akhlak mulia yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Salah satu bentuk usaha dalam bidang pendidikan seperti sekolah saat  ini  di  dunia  pendidikan yakni selama  menuntut  ilmu  di  lembaga pendidikan  formal  bahwasannya siswa tidak  akan  terlepas  dari  keharusan  mengerjakan  tugas-tugas  studi, karena hal tersebut lalu sebagian  besar  siswa  sekolah  menengah  mengerjakan  tugas  setiap malam, dan orang tua serta guru meyakini bahwa mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah memiliki peran penting dalam proses belajar, prestasi, dan pengembangan keterampilan dan mengenai cara mengajar yang dilakukan oleh guru merupakan suatu cara bagaimana siswa melaksanakan kegiatan belajar.

Tuntutan dari lingkungan sekitar seperti orang tua dan guru yang selalu menginginkan hasil yang terbaik membuat siswa menjadi sangat peka terhadap kegagalan. Keadaan ini dapat membuat perasaan siswa menjadi tidak nyaman apabila pada saat ditengah-tengah penyelesaian tugas mereka merasa kesulitan untuk menyelesaikan tugas tersebut secara sempurna. Perasaan bersalah yang muncul sebagai akibat dari rasa peka yang berlebih terhadap kegagalan dapat membuat mereka memilih aktivitas-aktivitas yang dapat memberikan kesenangan dibandingkan dengan mengerjakan tugas.

Hasil penelitian yang di lakukan di SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta menunjukan bahwa 17,3% memiliki prokrastinasi akademik tinggi, 77,1% sedang dan 5,7% rendah (Munawaroh, Alhadi, & Saputra, 2017). Allah SWT berfirman dalam Qs. Al- Insyirah ayat 7 “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain’’. Dari penggalan ayat tersebut kita diingatkan agar tidak menunda- nunda suatu pekerjaan.

Oleh karena itu guru BK bisa memberikan salah satu layanan bimbingan dan konseling yakni Bimbingan Klasikal yang sangat membantu siswa dalam hal mengentaskan masalah, dan upaya mengurangi prokrastinasi akademik dengan menerapkan model Problem based learning (PBL).

Ditulis oleh Heidi Dhea Dewinta, S.Pd
Mahasiswi PPG Prajabatan Bimbingan dan Konseling
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta


H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

DPRD Palembang Berduka, Azhari Haris Tutup Usia

Palembang, Detik Sumsel – Innalilahi wainailaihi rojiun, kabar duka menyelimuti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.