Minta Laporannya Dibuka Lagi, Korban Penyerobotan Tanah Lapor ke Karo Wassidik Mabes Polri | Detik Sumsel
Detik
H Rodini pelapor kasus penyerobotan tanah menunjukkan bukti penetapan tersangka Gunawan dan Salahudin

Minta Laporannya Dibuka Lagi, Korban Penyerobotan Tanah Lapor ke Karo Wassidik Mabes Polri

Palembang, Detik Sumsel — H Rodini (55) pelapor kasus penyerobotan tanah dan pemalsuan surat tanah miliknya seluas 12,5 hektar yang terletak di Desa Karang Agung, Kecamatan Sungai Lalan, Kabupaten Muba pada 2018 lalu minta Kapolda Sumsel untuk mengatensi dan membuka kembali laporannya.

Dalam proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda terhadap laporan pelapor dengan Nomor : STTLP / 244 / III / 2018 / SPKT dengan terlapor Gunawan penyidik sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni Gunawan dan Salahudin keduanya sempat dilakukan penahanan. Belakangan berkas perkara kedua tersangka tak kunjung sampai ke persidangan.

H Rodini mengakui laporannya sudah di proses dan berjalan, bahkan dirinya sebagai pelapor sudah dikirim Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Setelah proses berjalan penyidik melakukan penyitaan barang bukti termasuk Surat Pengakuan Hak (SPH) dan tanah yang diserobot oleh terlapor sudah dijual belikan ke PT BKI akta jual beli dari notaris juga sudah disita oleh penyidik.

“Bahkan hasil uji laboratorium surat yang digunakan terlapor terbukti palsu. Bahkan tanda tangannya juga dipalsukan beserta dua orang yang masuk dalam berita acara pengukuran tanah atas nama Sopian dan Kardi dari petugas kecamatan Sungai Lalan juga dipalsukan. Hal ini diperkuat dengan BAP Sopian dan Kardi sebagai saksi di polisi bahwa mereka tidak pernah sama sekali menanda tangani berita acara pengukuran,”katanya kepada wartawan Detik Sumsel Selasa (11/1/2022).

Dikatakan Rodini, bukti kepemilikan tanah 12,5 hektar miliknya diperkuat dengan SPH yang dikeluarkan Kepala desa Karang Agung pada tahun 1991. Ditanahnya itu sudah ada tanam tumbuh seperti tanaman sengon, jeruk, dan mangga.

Rodini sangat menyesalkan laporan kasusnya yang sudah berjalan dan sudah penetapan tersangka bahkan tersangka sudah ditahan namun perkaranya tidak sampai naik ke Pengadilan dengan alasan surat tanah yang dimilikinya bukan surat yang sah. Padahal dalam BAP beberapa saksi termasuk camat Sungai Lalan membenarkan surat tanah miliknya adalah surat yang sah.

“Saya juga dilaporkan balik oleh Gunawan dalam perkara pemalsuan surat di Polrestabes Palembang. Namun setelah dilakukan serangkaian penyelidikan oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang tidak terbukti saya memalsukan surat sehingga dihentikan penyidikanya,”bebernya.

Dalam laporannya, H Rodini juga sudah melayangkan surat kepada Kepala Biro Wassidik Mabes Polri yang ditembuskan ke Karo Paminal, Kabid Propam, Kabareskrim dan Kapolri pada 17 November 2021 lalu agar laporannya bisa dibuka kembali.

“Harapan saya kepada penegak hukum khusus Polda Sumsel hukum harus ditegakkan seadil – adilnya. Kenapa laporan yang sudah saya buat sudah jelas tapi diberhentikan. Jangan di ada – adakan yang tidak relevan mengatakan bahwa saya tidak memiliki surat yang sah padahal sudah jelas terlapor memalsukan surat dan tanda tangan untuk menyerobot tanah milik saya,”pungkasnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Masyarakat Minta PJ Bupati OKU Segera Ditetapkan 

Baturaja, Detik Sumsel – Hingga saat ini belum ada kejelasan siapa yang bakal menjadi PJ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *