Minta Warga Bersabar, Waspadai Hujan Malam Hari

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Lipsus, Detik Sumsel- Banjir yang disebut terparah terjadi pada Selasa (13/11) pagi, menghambat banyak aktivitas warga. Menanggapi kondisi ini, Wali Kota Palembang, H Harnojoyo meminta warga bersabar.

“Saya minta warga bersabar karena banjir ini,” katanya pada Detik Sumsel.

Menurutnya, program gotong royong menjadi salah satu langkah utama Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk mengatasi banjir. Bahkan, jika gotong royong tidak dilakukan, ia menyebut banjir di Palembang pasti akan lebih parah.

“Saat ini sungai kita penuh sampah, makanya terus dilakukan gotong royong untuk membersihkannya,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya telah menerjunkan petugas untuk mengatasi banjir yang sedang terjadi di Palembang. “Sudah ada pompa mobile yang diturunkan untuk menyedot genangan air di sejumlah ruas titik banjir di Palembang,” tuturnya.

Ia pun mengatakan, kondisi topografi Palembang yang 53 persennya merupakan rawa, juga menjadi penyebab utama banjir yang kerap terjadi di kota pempek ini.

“Ada beberapa upaya kita. Pertama, Sungai Sekanak akan kita buat lebih dalam, beberapa kolam retensi akan difungsikan sesuai dengan peruntukkannya. Kalau sedang tidak hujan, kolam ini akan kita sedot dan keluarkan,” jelasnya.

Baca Juga :   Warung Gerobak di Pinggir Jalan Rajawali Terbakar, Pemilik Warung Alami Luka Bakar 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak mengatakan, banjir terjadi di 20 ruas jalan di Kota Palembang.”Secepatnya PUPR Kota Palembang akan memperbaiki drainase yang ada di Palembang,” jelasnya.

Saat ini, tim dinas PUPR telah menerjunkan tim untuk memantau titik lokasi banjir di Palembang.”Saya langsung turun ke Jl Kol H Burlian untuk melihat kondisi disana bersama beberapa instansi terkait,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas PUPR, 20 titik banjir yang terjadi, diantaranya di Jl Kolonel H Burlian, Simpang Polda, Dwikora, Jl R Sukamto, Sekip, Jl Rajawali, Jl Bangau, Jl M Isa, Sekojo Ajendam, Jl Pipa Reja, Kebun Bunga, Jl Noerdin Panji, Jl Sersan KKO Badaruddin, Jl Letnan Mukmin, lapangan Hatta, dan Jl Kapten A Rivai.

Baca Juga :   Kenaikan BBM Diumumkan Presiden Minggu Depan

Diketahui, Hujan yang terjadi di sebagian besar wilayah Sumsel tersebut memang memiliki curah yang relatif tinggi dengan intensitas 100 mm. Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bambang Beny Setiaji menjelaskan, adanya aktivitas Siklon Tropis Saja mengakibatkan Angin Baratan yang masuk ke wilayah Sumsel.

Aktivitas ini sarat dengan uap air dari Samudera Hindia yang kemudian membentuk MCS (Mesoscale Convective System), yakni sistem konfektif skala menengah.

“Dimana ditandai dengan awan hujan (cumulonimbus) yang berbaris memanjang hingga mencapai panjang 200 km. Karakteristiknya ya terjadi hujan lebat disertai angin kencang dalam waktu singkat, kemudian diikuti hujan yang relatif lama dan umumnya terjadi pada malam hari,” jelasnya. (Fir/Pen)

Iklan Detik Sumsel

Komentar