banner 728x250

Miris, Oknum Taksi Online Turunkan Penumpang Korban Kecelakaan di Pinggir Jalan

Kondisi Yurpa (72) yang diturunkan Oknum Taksi Online tidak pada tujuan
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, Detik Sumsel — Yurpa (72) wanita paruh baya ini harus mengalami peristiwa tak menyenangkan lantaran diturunkan oleh oknum taksi online di depan SPBU Punti Kayu yang berada di Jalan Kolonel H Burlian Kecamatan Sukarami Palembang, Minggu (10/7/2022).

Diketahui ibu kandung dari Indra(40) tersebut mengalami kecelakaan yang mengakibatkan engsel sikunya terlepas dan diharuskan cepat untuk mendapatkan pertolongan ke rumah sakit.

Namun, dengan tega oknum driver tersebut yang belakangan diketahui berinisial C menurunkannya tidak pada tujuan.

“Kita memilih jalur hukum dan saat ini saya sedang konsultasi ke pengacara atas perlakuan dia (oknum taksi Online) kepada ibu saya,” ujar Indra saat dihubungi wartawan Detiksumsel.com, Selasa (12/7/2022) via telepon.

Baca Juga :   Klaim Tekan 5 Juta Ton Emisi Karbon

Kejadian bermula saat mereka memesan taksi online menuju RS Myria dan didapatlah orderan tersebut dengan nama oknum taksi online berinisial C tersebut. Belum sampai ditujuan, nenek dan sepupu Indra tersebut tak diturunkan dilokasi yang dituju dengan bersikap jumawah.

“Kami diturunkan paksa oleh oknum sopir taksi online di Pom bensin sebelah Myria (cabang RS Charitas Hospital). Dia malah menurunkan ibu dan sepupu saya di tengah jalan sambil ngomong mau kamu bayar berapa saya tidak mau dengan angkuhnya. Padahal kondisi lagi mendesak butuh bantuan, dia bilang dia hanya iseng saja jadi driver online,” jelasnya.

Baca Juga :   DPRD Palembang Berduka, Azhari Haris Tutup Usia

Head of Regional Corporate Affairs Sumatera at Gojek Aji Wihardandi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Saat ini pihak kami telah melakukan investigasi tentang ini,”katanya

Diakuinya, pihaknya tidak mentolerir segala bentuk tindakan yang membuat konsumen atau pelanggan tidak nyaman. Lalu pihaknya akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami pasti memberikan sanksi berupa suspense selama investigasi berlangsung,” katanya. (Haris Widodo)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL