Modus Baru, Gunakan Alat Hidrolik Dua Kurir Ini Simpan 16 Kg Sabu Bawah Bak Mobil | Detik Sumsel
Pemprov
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu saat menginterogasi tersangka Armia

Modus Baru, Gunakan Alat Hidrolik Dua Kurir Ini Simpan 16 Kg Sabu Bawah Bak Mobil

Palembang, Detik Sumsel — Untuk mengelabui polisi dua kurir narkoba membawa 16 Kilogram sabu sabu dari provinsi Aceh ke Sumsel sengaja memasang alat hidrolik di bak mobil  L300 untuk menyimpan sabu sabu. Namun berkat kesigapan petugas kedua kurir sabu sabu ini berhasil disergap anggota Timsus Ditres Narkoba Polda Sumsel yang dipimpin langsung Wadir Ditresnarkoba AKBP Joko Lestari, SIK, MM.

Kedua kurir yang ditangkap yakni Armia dan Fadli. Keduanya ditangkap saat mobil jenis L300 yang mereka kendarai melintas di perbatasan Sumsel dan Jambi atau Jl Palembang-Jambi, Km 59, Simpang Tungkal, Kabupaten Muba, Selasa (1/2) dini hari.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Heri Istu Hariono mengatakan pihaknya banyak berterimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi kepada polisi sehingga Ditresnarkoba Polda Sumsel berhasil menggagalkan pengiriman narkoba seberat 16 kilogram dari Aceh ke Sumsel.

Mobil pikap L300 yang dipasang alat hidrolik untuk menyimpan sabu seberat 16 kilogram

“Kami terus berharap kepada masyarakat yang melihat ataupun mengetahui informasi tentang kejahatan narkoba untuk terus membantu polisi ataupun BNN dalam memberikan informasinya serta bahu membahu dalam memberantas narkoba,”katanya saat pres rilis Rabu (2/2/2022).

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu Hariono menambahkan modus pelaku menyelundupkan sabu itu pakai mobil pikap yang mengangkut buah kelapa sawit. Sabu-sabu itu disimpan dibawah bak tempat yang memang sudah dimodifikasi.

“Saat disergap membawa mobil pikap yang membawa 16 kilogram sabu ditemukan dibawah bak yang dibungkus dengan terpal,”katanya.

Dikatakan Heri pihaknya masih terus melakukan pendalaman terhadap dua orang yang diamankan. Berdasarkan pengakuan kedua kurir yang diamankan mereka diupah Rp100 juta untuk satu kali antar. Sabu yang terbungkus teh China itu rencananya akan diedarkan di Sumsel.
“Sabu asal Aceh, lalu ke Medan dan tujuannya Sumsel. Tapi kita masih lakukan pendalaman lagi terkait siapa yang memesannya dan siapa yang mengirimnya,” tutup Heri.

Sementara itu, tersangka Armia mengaku ia sudah dua kali mengantar sabu dari Aceh ke Sumsel. Untuk satu kali antar ia mendapatkan upah sebesar 100 juta.

“Mobil pikap itu, punya JM yang menyuruh saya mengantar sabu ke Sumsel. Kalau ini sudah yang kedua kali saya mengantar sabu ke Sumsel,”akunya.(oji)


H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

DPRD Palembang Berduka, Azhari Haris Tutup Usia

Palembang, Detik Sumsel – Innalilahi wainailaihi rojiun, kabar duka menyelimuti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.