Muskab IPSI OKU Tuai Pro dan Kontra, Ini Alasannya

Iklan detik Sumsel

Baturaja, Detiksumsel.com – Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang digelar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dalam rangka pemilihan ketua IPSI OKU periode 2022-2026 menuai pro dan kontra di kalangan pengurus Perguruan Pencak Silat.

Bahkan Muskab ini mendapat penolakan dari beberapa pengurus di kecamatan seperti Lubuk Raja dan Sinar Peninjauan.

Firdaus alias Ameng Ketua IPSI Kecamatan Lubuk Raja bersama 7 pengurus Perguruan pencak silat membacakan tuntutan di tribun taman kota Baturaja mengatakan berdasarkan surat Pengurus IPSI Sumsel nomor : 54/IPSI-SS/XII/2022 tertanggal 4 Desember 2022 perihal penundaaan pelaksaan muskab IPSI kabupaten OKU tahun 2022. Maka kami pengurus tidak menghadiri muskab IPSI kabupaten OKU sesuai dengan surat penundaan tersebut.

“Kami tidak mengakui Pembentukan Pengurusan IPSI Kabupaten dikecamatan kecuali IPSI kecamatan Lubuk Raja dan Kecamatan Sinar Peninjauan, dikarenakan tidak sesuai dengan AD/ART IPSI Munas,” ucap Firdaus.

Kemudian Firdaus juga menyampaikan penolakan beberapa SK terbaru beberapa pengurus perguran pencak silat seperti PCPNU Pagar Nusa dan HIMSI.

Perwakilan perguruan pencak silat ini juga menyayangkan tidak diundangnya pergruan partisan ingsun sejati menjadi peserta muskab IPSI OKU 2022, padahal pengrusan Ingsun Sejati telah di SK kan menjadi pengurus IPSI sejak tahun 2018.

Firdaus juga menyampaikan keberatan dari PSHT karena masih adanya pengrus PSHT menjadi panitia muskab IPSI OKU karena tidak sesuai dengan surat nomor :92/KH/VII/2022 tentang penjelasan dinamika internal PSHT.

Kemudian Firdaus juga mempertanyakan tentang keabsahan surat Muskab IPSI OKU 2022.

“Semua surat terlampir,” tandasnya.

Kegiatan aksi penolakan Muskab IPSI OKU yang digelar di Tribun taman Kota Baturaja ini diikuti 7 pengurus perguruan pencak silat di OKU yakni, Satria Muda Indonesia (SMI), Himpunan Seni Silat Indonesia (Himssi), Ikatan keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI), Hastakari, Perisai Diri, Pagar Nusa (PN) dan Partisan Ingsun Sakti.

Sementara itu Ir. H. Eddy Santana Putra, MT. selaku Ketua Umum Pengurus Provinsi IPSI Sumsel saat dihubungi awak media menjelaskan, penundaan pelaksanaan Muskab IPSI OKU di Kabupaten OKU dikarenakan masih ada permasalahan yang harus diselesaikan terlebih dahulu supaya kekeluargaan IPSI dan Pengcab IPSI OKU tidak terpecah, makanya pelaksanaannya untuk ditunda.

Pengprov IPSI Sumsel akan memanggil Pengcab IPSI OKU.

“Jika tetap dilaksanakan Pelaksanaan Muskab IPSI OKU, sementara Pengprov IPSI Sumsel telah mengeluarkan surat penundaan pelaksanaannya dengan demikian Pengprov IPSI Sumsel tidak akan melantik dan mengeluarkan SK nya,” ucap Eddy Santana.

Pada intinya dikatakan Eddy, Pengprov IPSI Sumsel tidak ada masalah atau bukan tidak setuju dengan Pengcab IPSI OKU, namun seharusnya jika ada surat dari Pengprov IPSI Sumsel untuk diikuti.

“Itulah yang namanya organisasi,” tegasnya. (fei)

Komentar