My School Gandeng Cambridge University Press and Assesment

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, Detik Sumsel- My School terus meningkatkan kualitas sekolah dengan terus melakukan kolaborasi dan kerjasama dengan pihak lain untuk meningkatkan kualitas sekolahnya.

Kali ini My School melakukan Memorandum Of Understansing (MoU) dengan Cambridge University Press and Assesment di Multi Function Room Graha Edukasi My School, Rabu (23/03)

Penandatanganan ini adalah bentuk komitmen kerjasama antara My School dan Cambridge University untuk menghadirkan pembelajaran berkualitas internasional di My School yang bisa diakses oleh masyarakat kota Palembang.

Guru dan siswa akan dilatih dan ditrainning dengan standar internasional Cambridge yang disediakan oleh Cambridge University adalah mulai dari sistem pembelajaran, kurikulum, pelatihan dasar dan lanjutan guru hingga ujian dan sertifikasi siswa dan guru.

Owner dan founderΒ My School,Β Johannes Agus Taruna mengatakan Kementrian Pendidikan sudah menyiapkan kurikulum 2023 yang isinya project best learning. My School sendiri sudah sejak lama atau sejak awal berdiri sudah menerapkan project best learning ini sebab fitranya sekolah itu tempat menyenangkan bagi siswa menuntut ilmu.

Jadi metodenya sekolah sambil bermain sehingga anak-anak senang sekolah dan tidak merasa tertekan. Bukan seperti saat ini anak merasa sekolah menjadi beban karena harus belajar yang banyak dengan banyak tugas dan pekerjaan rumah sehingga membosankan dan terpaksa sekolah demi bisa bertahan mengahadapi persaingan dunia kerja.

“Belajar itu interaktif belajar sambil bermain membuat metode sekolah menyenangkan dan kurikulum Cambridge sejalan dengan metode My school membuat sekolah jadi tempat belajar menyenangkan,”Ungkapnya, Rabu (23/03)

Dikatakanya, sejak ini anak- anak sudah sejak dini diajarkan berbicara dengan bahasa internasional atau bahas Inggris sejak kelas 1 Sekolah Dasar (SD) sehingga siap menghadapi persidangan global.

“Mimpi saya bukan cuma My School saja yang maju dalam bidang pendidikan tapi juga Sumsel bisa go internasional sehingga kualitas dan mindset orangnya juga harus diubah dulu agar siap go internasional, oleh sebab itu keberadaan Cambridge dihadapkan bisa mewujudkan Sumsel go internasional,”Ungkapnya

Sementara itu Representatif of Cambridge Universirty Press and Assesment, Yusuf Seto mengatakan Cambridge International School mengatakan kerjasama yang dilakukan dengan My School pertama kali yang dipertimbangkan adalah gurunya. Apakah kualitas gurunya bisa untuk mengikuti program ini.

Pendidikan hal pertama yang perlu dilihat yakni guru untuk melihat apakah gurunya siap atau tidak.

Kemudian ekosistemnya apakah sudah mendukung taraf pembelajaran internasional atau belum.

Komponen pendukung ekosistem
untuk assesment pembalajaran, learning dan assesment harus nyambung. Dia harus meng assesment yang sudah dipelajari dan yang dipelajari harus di assesment.

Sekolah Internasional Cambridge Cambridge sudah diadopsi lebih dari 10.000 sekolah Internasional tersebar di 160 negara di dunia yang telah menerapkan kurikulum ini dan menjadi salah satu dari sekolah Internasional Cambridge.

Hal ini menjadi kemajuan dari tahun-tahun sebelumnya. Di Indonesia sendiri ada hingga 219 sekolah yang mendaftarkan sebagai salah satu bagian dari sekolah Internasional dengan menggunakan kurikulum Cambridge.

Jadi secara umum, Sekolah Internasional Cambridge merupakan sekolah-sekolah Internasional yang menerapkan kurikulum Cambridge di sekolahnya. Berbeda dengan kurikulum biasanya yang ditetapkan di Indonesia, seperti KTSP dan Kurikulum 2013, kurikulum Cambridge lebih mempersiapkan siswanya untuk siap bersaing secara global.

Sekolah Internasional Cambridge di Indonesia tidak hanya berasal dari sekolah umum saja, bahkan sekolah berbasis keagamaan pun juga ada yang menerapkan kurikulum Cambridge. Kurikulum Cambridge sendiri secara global memiliki 4 jenjang pembelajaran atau disebut dengan Cambridge Pathway.

Hal tersebut digunakan agar dapat mengukur kemampuan yang dimiliki oleh siswa berdasarkan umurnya serta penentuan materi pembelajarannya disesuaikan dengan usia serta kemampuan atau daya tangkap mereka.(May)

Komentar