Nakhodai Floorball Palembang, Rubi : Kita Langsung Tancap Gas | Detik Sumsel
Pemprov
Ketua Floorball Kota Palembang Rubi Indiarta

Nakhodai Floorball Palembang, Rubi : Kita Langsung Tancap Gas

Palembang, Detik Sumsel – Pengurus Floorball cabang Kota Palembang, langsung tancap gas, usai dikukuhkan kepengurusannya. Hal tersebut terlihat ketika pengurus Floorball menggelar rapat koordinasi perdana, Jum’at (13/8).

Menurut Ketua Floorball cabang Kota Palembang Rubi Indiarta berbagai persiapan segera dilakukan, mengingat cabang olahraga (Cabor) ini baru.

“Segera kita persiapakan pelatih, atlet termasuk juga venue untuk lantihan, yang jelas kita langsung tancap gas,” ungkapanya kepada awak media, Jum’at (13/8).

Untuk venuenya sendiri ungkap Rubi, dirinya akan melihat venue di Jakabaring Sport City (JSC).

Dijelaskannya, jika Floorball merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam turnamen SEA Games 2019 di Filipina. Nama cabor floorball mungkin belum begitu fasih di telinga masyarakat sehingga menjadikan floorball sesuatu yang baru dan unik. Berikut adalah penjelasannya.

Floorball adalah sebuah olahraga berjenis hoki lantai dengan komponen 6 enam pemain dalam setiap tim yang bertanding. Terdiri dari pemain bertahan, menyerang, dan penjaga gawang.

Olahraga ini masih relatif tergolong baru karena baru ditemukan di Swedia pada tahun 1960-an. Aturan dasar didirikan pada 1979 ketika klub floorball pertama di dunia, yakni Sala IBK dari Sala, yang didirikan di Swedia. Aturan main resmi untuk pertandingan pun pertama kali baru ditulis pada tahun 1981.

Lalu, Floorball dimasukkan dalam World Games untuk pertama kalinya pada tahun 2017 di Wroclaw, Polandia dan Swedia adalah pemenang medali emas pertandingan dunia pertama.

Sama seperti olahraga-olahraga pada umumnya, dalam bermain floorball, para pemain juga membutuhkan berbagai peralatan yang mendukung untuk bermain. Peralatan-peralatan khas untuk pemain floorball terdiri dari tongkat, sepasang celana pendek, kemeja, kaus kaki, dan sepatu olahraga khusus dalam ruangan.

Selain itu, pemain dapat juga mengenakan pelindung tulang kering, pelindung mata, dan lapisan pelindung untuk area vital. Untuk kacamata pelindung, di beberapa negara ada yang mewajibkan para pemain junior untuk memakainya. Tongkat yang digunakan juga tidak sepanjang tongkat hoki es, ukuran maksimum untuk tongkat hoki lantai adalah 114cm.

Sedangkan untuk yang menempati posisi penjaga gawang, pemain menggunakan celana empuk, pelindung dada empuk, bantalan lutut, sarung tangan kiper sepak bola, dan sebuah helm.

“Untuk teknis lapangan, permainan floorball dimainkan di atas sebuah lapangan berbahan kayu atau plastik dengan tebal ketinggian lapangan sebesar 50cm. Tiap sudut di lapangan ada pembatas sehingga pemain punya kesempatan untuk menjaga bola tetap dalam permainan,”jelasnya.

Untuk lamanya waktu permainan, penerapan waktu permainan pada floorball berbeda-beda tergantung pada tingkat usia pemain dan tingkat pertandingan.

Dalam pertandingan resmi, waktu permainan adalah 3 x 20 menit waktu efektif. Selama turnamen dan dalam pertandingan dengan pemain muda, waktu permainan lainnya dapat digunakan, misalnya 2 x 15 menit.

Faktanya, olahraga ini akan terus berkembang. Hingga saat ini, di bawah naungan federasi tertinggi International Floorball Federation (IFF), telah ada 4396 klub Floorball yang tersebar di berbagai belahan dunia.

“Yang jelas kita akan melakukan studi banding ke pengurus Floorball di luar Sumsel, kemungkinan di Jakarta atau bisa jadi di Semarang, karena provinsi sudah bejalan,”tandasnya.(Pen)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Cabor Karate Targetkan 7 Emas di Porprov OKU Raya

Palembang, Detik Sumsel – Jelang perhelatan pekan olahraga provinsi (Porprov) di OKU Raya, pada November …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *