Nambang Pasir Ilegal, Dua Oknum Kades di Lahat Ditangkap Polisi | Detik Sumsel
Pemprov
Unit Pidsus Satreskrim Polres datangi TKP penambangan ilegal di Kecamatan Kikim Barat, foto istimewa.

Nambang Pasir Ilegal, Dua Oknum Kades di Lahat Ditangkap Polisi

Lahat, Detik Sumsel – Dua oknum Kades di Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat, dijebloskan Unit Pidsus Satreskrim Polres Lahat ke balik jeruji besi.

Bukan karena bermain Dana Desa, dua oknum Kades ini yakni Saparudin (55) Kades Saung Naga dan Susanto (57) Kades Penantian, Kamis (23/9) lalu diamankan lantaran diduga lakukan penambangan Galian C secara ilegal di desanya.

Terbongkarnya aksi dua oknum Kades ini setelah Unit Pidsus Satreskrim Polres mendatangi dua lokasi yang dilaporkan.

Lokasi pertama di sekitar aliran sungai Air Pangi, Desa Saung Naga, Kamis (23/9) sekitar pukul 10.30 WIB. Saat di lokasi, petugas menemukan kegiatan pertambangan pasir menggunakan Dompeng (alat penambangan ilegal).

Saat itu kegiatan sedang berlangsung dan tengah ramah truk angkut yang mengantri membeli pasir. Pengakuan pekerja di lokasi, tambang ilegal tersebut milik Susanto.

“Sistemnya, pasir disedot dari sungai menggunakan Dompeng, kemudian di alirkan melalui pipa ke daratan yang disaring, lalu dimasukkan ke dalam mobil angkut,” terang Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Kurniawi H Burmawi Sik, disampaikan Kanit Pidsus, Ipda Chandra Kirana SH, Senin (27/9).

Berselang dua jam, petugas juga menemukan aktifitas serupa di aliran sungai Air Pangi, Desa Penantian. Cara yang dilakukan kedua tersangka juga sama. Dari keterangan saksi yakni pekerja dan sopir di tempat kejadian, pertambangan ilegal tersebut milik Susanto.

“Saat tiba di lokasi, sudah banyak mobil truck maupun pick up yang sedang antri. Untuk harga jual ambil di lokasi sekitar Rp 50- 60 ribu,” beber Chandra.

Barang bukti yang diamakan dari pertambangan ilegal milik tersangka Saparudin yakni, dua unit mesin Dompeng, dua unit pipa 4 1/2 inci sepanjang masing 30 meter dan uda buah saringan pasir bersegi empat. Sedangkan dari pertambangan ilegal milik tersangka Susanto, diamankan satu unit mesin Dompeng, pipa 4 1/2 inci sepanjang 30 meter dan satu buah saringan pasir.

“Kedua tersangka terjerat Pasal 158 UU No.3/2020 tentang perubahan atas UU No.4/2009 tentang Minerba, dengan ancaman lima tahun kurungan penjara. Pertambangan ilegal ini sudah berlangsung sekitar 2-3 tahun. Hasil pertambangan untuk keperluan pribadi, terang Chandra. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Menuju KNH 2021, Perhumas Usung Semangat Resiliensi dan Optimisme untuk Indonesia

Jakarta, Detik Sumsel- Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) menggelar kick-Off Menuju Konvensi Nasional Humas (KNH) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *