Napi Rutan Pakjo Ditemukan Tewas Tergantung Dikamar Cukur Rambut | Detik Sumsel
BNI"
Istimewa

Napi Rutan Pakjo Ditemukan Tewas Tergantung Dikamar Cukur Rambut

Palembang, Detik Sumsel — Penghuni Rumah Tahanan Negara Pakjo di Jalan Inspektur Marzuki, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I Palembang dikejutkan dengan salah satu narapidana bernama Bobi Saputra (27) ditemukan tewas tergantung di kamar pangkas rambut yang berada didalam Rutan Sabtu (20/2/2021) pagi.

Mengetahui kejadian tersebut, Unit identifikasi Polrestabes Palembang mendatangi Rutan Pakjo untuk olah TKP dan mengevakuasi korban ke kamar jenazah RS Bhayangkara M Hasan Palembang.

Korban pertama kali ditemukan petugas Rutan Pakjo, M Binrawi (33) mengecek ruangan yang biasa digunakan korban beraktifitas setiap harinya sebagai pemangkas rambut ini gantung diri menggunakan kain sarung.

“Saya sempat mengecek korban di Blok A kamar 3 tempat korban, karena korban tidak kelihatan saat pengecekan tahanan, maka saya mencarinya. Saat di cek ruangan pangkas rambut, korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi tergantung,” jelasnya.

Diakui Binrawi, korban di Rutan Pakjo memang sebagai pemangkas rambut, juga sebagai pendamping Bimker yang dipidana dua tahun enam bulan.

“Setiap hari secara rutin kami menghitung narapidana disetiap kamar pada pukul 07.00 WIB. Namun, untuk korban, kami keluarkan pukul 07.15 WIB karena dia merupakan Bimker, yang harus bersihkan ruangan pangkas rambut. Ketika dicek disana, korban sudah tak bernyawa,”ujarnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat melalui Kanit Identifikasi, Iptu Agus Wijaya membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Anggota identifikasi sudah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mengevakuasi korban. Kini korban sudah dibawa ke RS Bhyangkara untuk kepentingan visum et repertum,”katanya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Minta Mabes Polri Ambil Alih Dugaan Kasus Penipuan Jual Beli Tanah yang Ditangani Polda Sumsel

Palembang, Detik Sumsel — Meresa kliennya di diskriminasi saat menjalani proses hukum di Polda Sumsel. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *