Nasib Tak Jelas, Cleaning Service RSUD Ogan Ilir Ngeluh | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Kini nasipnya terombang ambing karena hadirnya pihak ketiga PT Neraya Sukses Mandiri beralamat jalan D I Panjaitan No 08 RT. 023 RW 009 Plaju Kota Palembang yang menjadi pemenang tender yang telah ditentukan oleh pihak Upaya Pemantauan Barang Dan Jasa (UPL) Pemkab Ogan Ilir.

Nasib Tak Jelas, Cleaning Service RSUD Ogan Ilir Ngeluh

Indralaya, Detik Sumsel- Tenaga Kerja Office boy Rumah Sakit Umum Derah(RSUD) Indralaya mengeluhkan akan statusnya sebagai tenaga cleaning service. Kini nasipnya terombang ambing karena hadirnya pihak ketiga PT Neraya Sukses Mandiri beralamat jalan D I Panjaitan No 08 RT. 023 RW 009 Plaju Kota Palembang yang menjadi pemenang tender yang telah ditentukan oleh pihak Upaya Pemantauan Barang Dan Jasa (UPL) Pemkab Ogan Ilir.

Salah seorang dari 37 Cleaning Servis di RSUD berinisial R (38) mengungkapkan salah satu persyaratan yang dimintah oleh pihak ketiga tersebut adalah harus memiliki Ijazah minimal Tamatan Sekolah menengah Tingkat Akhir(SMA/Sederajat).

“Kami dengar salah satu persyaratan yang diminta adalah ijazah tamatan SMA, sedangkan kami kebanyakan merupakan lulusan SD dan SMP,” Terang R, (30/06).

Namun menurut R dirinya dan rekan satu profesinya ini di diminta untuk memaksukkan ulang surat lamaran pekerjaan Ke RSUD agar busa kembali bekerja lagi.

“Kita di suruh memasukkan ulang berkas lamaran, agar bisa kembali bekerja. Katanya Akan di ambil sebagaian saja,” Tambahnya

Dirinya pun tidak mengerti dengan kebijakan yang di ambil oleh pihak RSID tersebut.

“Kami tidak mengerti tentang kebijakan tersebut, yang katanya ada pihak ketiga yang akan mengambil alih dan menetapkan persyaratn yang salah satunya sebagai tamatan SMA,” tambahnya

Dikatakan R selama bekerja, dirinya merasa sudah sepenuh hati melaksanakan tugasnya sebagai tenaga kebersihan di RSUD tersebut.

“Kami sudah bekerja sesuai kewajipan kami nyapu, ngepel, membersihkan WC dan lainya. Bahkan kami sering di suruh membersihkan melakukan membersihkan kasur pasien yang yang mana itu adalah tugas perawat,”jelasnya.

Dirinyapun mengungkapkan honor yang di dapatkan tidaklah sebanding dengan apa yang dikerjakanya.

“Saya sudah bekerja selama 6 tahun disini, dulu kami di gaji sebesar Rp500 Ribu dalam satu bulan, satu tahun terakhir naik menjadi Rp 650 Ribu. Dan belakangan gaji kami Nunggak selama 5 bulan, dan baru di cairkan kemaren,” paparanya.

Ia pun mengaku sering di intimidasi oleh atasanya agar tidak mengungkapkan kejadian ini kepada siapapun. “Kami di larang dan di ancam agar tidak mengatakanya pada siapapun,” ucapnya

Sementara pihak RSUD saat dikonfirmasi mengatakan bahwa penanganan Untuk Office Boy tersebut sudah dilimpahkan kepada pihak ketiga.

“Untuk penanganan terhadap Cleaning Servis ini kita sudah serahkan kepada pihak ketiga dan ini resmi karna yang menentukanya juga dari Upaya Pemantauan Barang Dan Jasa(UPL) Pemkap Ogan Ilir,” papar Kabag Humas RSUD Tanjung Senai drg.Ratih Kurniawati M.kes saat di temui di ruang kerjanya Rabu (30/06).

Dikatakan Ratih kebijakan tersebut diambil oleh pihak rumah sakit karna berdasarkan anggaran yang telah di tetapkan.

“Kebijakan itu berdasarkan nilai anggaran yang sudah kita tetapkan dan dalam persyaratanya terdapat meter persegi yang mengharuskan adanya pihak ketiga yang menanganinya,” terangnya

Namun pihak RSUD masih engan untuk mengatakan siapa pihak ketiga yang memenagkan tender sebagai penanggung jawap dan pengelola kebersihan di 15 gedung RSUD indralaya tersebut.

“Pihak ketiganya sudah ada, tetapi kita belum tahu dari cv mana karna belum bertemu,” tambahnya

Dikatakan Ratih terkait kebijakan dan persyaratan penyeleksian calon pekerja Office boy sendiri sudah di serahkan pihak RSUD kepada pihak ketiga sebagai pemenang tender.

“Untuk pensyaratanya itu berdasarkan bihak ketiga dan memang kemaren kita lihat untuk persyaratanya memang minimal tamatan SMA sederajat. Dan itu adalah hak dan keputusan pihak ketiga,” terangan

Ratihpun membantah adanya intimidasi terhadap 38 tenaga kebersihan RSUD indralaya tersebut.

Namun dikatakan Ratih pihaknya telah berupaya untuk melakukan seleksi agar tenaga kebersihan yang lama bisa diberdayakan kembali.

“Kami lakukan akumodir kepada pihak ketiga terhadap 38 clieaning servis semoga masih di butuhakan dan bisa di berdayakan. Kita punya 15 gedung dan satu gedungnya itu sebelumnya hanya punya dua tenaga kebersihan kami nilai ini masih kurang, seharusnya ada empat yang dibagi dalam dua siff,” jelasnya. (AL)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Safari Berburu Bantu Petani Berantas Hama Babi Hutan

Lahat, Detik Sumsel – Gubernur Sumsel, H Herman Deru didampingi Wakil Bupati Lahat, Haryanto SE …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *