Nilai Vonis Tak Adil, Jaksa Kasus Suap KPU Prabumulih Ajukan Banding

Jual Beli Suara Caleg

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, Detiksumsel.com — Dua terdakwa kasus suap Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Andre Swantana eks Komisioner KPU Kota Prabumulih dan EF Tana Yudha mengajukan banding pada Pengadilan Tinggi Palembang.

Itu setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas 1 A khusus Palembang menjatuhi  Andre vonis 3 tahun, 5 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan. Dan, DR EF Tana Yudha divonis 1 tahun 3 bulan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan.

Menanggapi itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Prabumulih, Roy Riady SH MH melalui Kasi Pidsus, M Arsyad SH mengatakan, JPU telah mengajukan banding atas vonis itu ke PN palembang guna disidangkan kembali di Pengadilan Tinggi.

“JPU menilai vonis dijatuhkan kepada AS, belum memenuhi rasa keadilan,” ujar Arsyad dibincangi awak media, Senin (19/9/2022)

Sementara itu kata dia, penerapan Pasal baik pada Andre S dan DR EF Tanah Yudha berbeda apa telah ditutup JPU.

“Dan, memang banding diperbolehkan sebelum dinyatakan inkracht atau mempunyai kekuatan hukum tetap. Apalagi, memang ada waktu 7 hari sikap menerima atau banding. Baik itu, para terdakwa maupun JPU,” terangnya.

Masih Kasi Pidsus, sebelumnya JPU telah berupaya menuntut Andre selama 6 tahun 6 bulan penjara, sedangkan, DR EF Tana Yudha dituntut 1 tahun 6 bulan penjara.

“Tuntutan JPU, sudah sesuai fakta dan bukti dalam persidangan. Dan, memang baik AS dan DR EFTY terjadi kasus suap kepada AS dalam rangka pembelian suara bagi DR EFTY sebagai Caleg DPR RI pada 2019. Ada unsurnya,” Tukasnya. (vot)

Komentar