Oknum Kades di OKU Timur Jadi Dalang Kasus Perampokan

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Martapura, Detik Sumsel – Salah Satu Kepala Desa di Kabupaten OKU Timur menjadi dalang dari sejumlah perampokan yang terjadi sejak tahun 2014 di sejumlah wilayah. Sedikitnya 8 kasus perampokan diotaki oleh pria ini dengan melibatkan adik dan sepupu bersama sejumlah rekannya. Turut ditangkap dua orang rekannya yang tergabung dalam komplotan yang ia pimpin.

Adalah Elwani (43) pria yang tercatat sebagai Kepala Desa Melati Agung, Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten OKU Timur terungkap berkat back-up dari Satuan Jatanras Polda Sumsel.

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya S.H S.IK didampingi oleh Kasat Reskrim M Ikang Ade mengatakan Elwani adalah otak di balik sejumlah perampokan yang terjadi di Kabupaten OKU Timur dan beberapa kota lain di Sumatera-Selatan.

Antara lain kasus perampokan yang tercatat adalah 5 kasus perampokan dalam laporan Polres yakni, pada Agustus 2014 di Desa Melati Jaya Kecamatan Semendawai Timur, 30 Juni 2015 di Desa Karang Menjangan, Semendawai Timur, 13 Oktober 2015 di Desa Tegal Sari Kecamatan Belitang 2, 17 Februari 2016 di Desa Karang Menjangan Semendawai Timur, 29 November 2016 di Desa Tanjung Kukuh Kecamatan Semendawai Barat.

โ€œDari total 11 pelaku pada perampokan di Desa Tanjung Kukuh itu, 6 tersangka lain sudah ada yang tertangkap dengan kasus serupa tapi di lokasi berbeda. Ada tersangka Eko Riyadi, Misgiyanto, Gusti Komang Sujana dan Arlan yang ditangkap akibat perampokan toke kopi di Pagaralam, Agus Sujarno perampokan toke karet di Desa Gelumbang Muara Enim dan tersangka Tamam ditangkap kasus perampokan toke sapi. Satu lagi tersangka Makmum kami tangkap bersembunyi di Desa Pelangki OKU Selatan, sisa dua DPO atas nama Argentina dan Saibi yang akan terus kami kejar,” kata Kapolres saat konferensi pers yang digelar di halaman Mapolres OKU Timur, Selasa petang (18/2).

Dua tersangka lain yakni Makmum (47) dan Geptal (28) yang turut dihadirkan dalam konferensi pers sore tadi nampak tak bisa menyembunyikan rasa sakit akibat peluru yang bersarang di kaki mereka. Tersangka Geptal diringkus di Bekasi Selatan, sedangkan Makmum diringkus saat bersembunyi di kebun kopi yang ia kelola di Pelangki Kabupaten OKU Selatan.

Adapun barang bukti yang didapatkan antara lain uang sebesar Rp 56 juta yang masuk ke rekening Elwani pada 2016 yang diakui merupakan uang hasil penjualan emas dari korban H Bustan. Dan satu unit mobil Toyota Fortuner yang diduga merupakan alat bantu dalam Elwani dan komplotannya mencairkan uang hasil rampokan. Diduga komplotan ini telah merampok uang kurang lebih Rp 2 miliar lebih dari para korbannya. (sus)

Komentar