Optimistis Tingkatkan PAD 30 Kali Lipat | Detik Sumsel
Detik
Pemkab juga berupaya agar Pendapatan Asli Daerah atau PAD juga terus bertambah. Salah satu sektor yang dibidik dan menjanjikan adalah perikanan.

Optimistis Tingkatkan PAD 30 Kali Lipat

Indralaya, Detik Sumsel – Pemkab Ogan Ilir mulai ancang-ancang dalam mempersiapkan pembangunan daerah di tahun mendatang, selain alokasi dana pembangunan, Pemkab juga berupaya agar Pendapatan Asli Daerah atau PAD juga terus bertambah. Salah satu sektor yang dibidik dan menjanjikan adalah perikanan.

Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar meminta Dinas Perikanan dan Peternakan memaksimalkan Balai Benih Ikan (BBI) agar dapat menjadi salah satu sumber PAD.

“Diharapakan BBI dapat menyumbang PAD dalam jumlah signifikan demi menyejahterakan masyarakat Ogan Ilir,” kata Panca di suatu acara di BBI Tanjung Putus, Indralaya, Selasa (14/12).

Saat kunjungannya ke BBI, Panca melihat langsung proses budidaya ikan air tawar.
Menurut Panca, BBI Ogan Ilir sangat mungkin meningkatkan PAD lewat budidaya dan penjualan ikan.

“Minimal kita dapat menjangkau pangsa pasar Ogan Ilir, Palembang. Ini saja dulu sudah bisa meningkatkan PAD dalam jumlah lebih daripada saat ini,” ujarnya.

Pemkab Ogan Ilir juga berjanji akan mengucurkan dana untuk semakin mengembangkan BBI.

“Kami mau lihat dulu terobosan BBI. Jika progresnya, perkembangannya bagus, maka tentunya akan dianggarkan dana untuk BBI,” kata Panca.

Dinas Perikanan dan Peternakan yang mengelola BBI, saat ini sedang menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan PAD di tahun depan.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ogan Ilir, Bustanul Arifin mengatakan, pihaknya tengah berupaya meningkatkan SDM dan potensi yang ada di BBI.

“Saat ini kami sedang fokus pada restocking bibit ikan air tawar untuk mencapai produksi ikan dalam jumlah besar,” ungkapnya.

Dijelaskannya, restocking adalah salah satu upaya penambahan stok ikan tangkapan untuk ditebarkan di perairan umum.

“Kami juga sedang melakukan pembaruan ekosistem perairan rawa agar hasil peternakan ikan berlimpah dengan volume luar biasa,” bebernya.

Restocking ini akan memanfaatkan area BBI seluas 5,4 hektare untuk kawasan penetasan ikan. Ia menerangkan, di BBI saat ini ditargetkan 80 ribu benih ikan patin yang ditebarkan, sementara untuk proses pemijahan, ada enam ekor indukan patin yang bisa menghasilkan 1,2 juta bibit ikan.

“Bibit patin 1,2 juta ekor itu sangat mungkin dihasilkan. Untuk satu ekor bibit patin ukuran 2 inci, itu harganya Rp 200 per ekor. Dikalikan 1,2 juta ekor, untuk sekali pemijahan bisa dapat Rp 240 juta,” jelasnya.

Namun Bustanul menghitung kemungkinan terburuk jika hasil panen hanya tercapai 50 persen.

“Katakanlah kemungkinan terburuknya berhasil panen 50 persen, artinya ada 600 ribu ekor dengan penghasilan Rp 120 juta, itu baru satu kali pemijahan, belum dua kali dan seterusnya. Dan ini baru satu macam ikan,” terangnya.

Untuk tahun depan, lanjut Bustanul, dirinya optimis dapat mengumpulkan PAD sebesar Rp 150 juta dari sektor perikanan. Jumlah tersebut 30 kali lipat dibanding PAD dari sektor sama pada tahun-tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 5 juta saja per tahun.

“Angka Rp 150 juta untuk tahun depan sangat mungkin, sangat realistis,” tegas Bustanul.

Selain ikan untuk konsumsi, Bustanul juga berencana akan melakukan restocking ikan hias seperti arwana dan botia.

“Jadi ke depannya ikan konsumsi, ikan hias, udang satang juga akan dibudidayakan di BBI ini. Mohon doa dan dukungannya,” pungkasnya. (AL)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Minggu Kedua Januari, Polda Sumsel Tangkap 56 Tersangka Pemain Narkoba

Palembang, Detik Sumsel — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel bersama Polrestabes dan Polres jajaran dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *