Otak Pemalsuan SIM, Akui Keterangan Kesaksian Kepolisian | Detik Sumsel
Detik
Suasana sidang terdakwa kasus pemalsuan SIM, foto istimewa.

Otak Pemalsuan SIM, Akui Keterangan Kesaksian Kepolisian

Lahat, Detik Sumsel – Masih ingat dengan kasus pemalsuan SIM B2 Umum beberapa waktu lalu, perkaranya kini masuki ranah persidangan, dengan agenda pendengaran saksi. Sidang kali ini atas nama terdakwa Dendi Nopriansyah (28), warga Kelurahan Talang Jawa Utara, Kota Lahat, merupakan otak pemalsuan SIM.

Persidangan ini dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim, Jimmy Maruli SH MH, Hakim Anggota Maharta Nurdiansyah dan Binsar P Tampubolon SH. Dalam persidangan, majelis hakim melontarkan sejumlah pertanyaan, mulai dari alur cerita pemalsuan SIM, jumlah SIM palsu yang diketahui, hingga teknik yang dilakukan terdakwa dalam memalsukan SIM B2 Umum.

Aiptu Hendri Erhan dan Bripka Wimpi, selaku anggota Satlantas Polres Lahat, secara terpisah memberikan kesaksian. Keduanya mengatakan, SIM palsu tersebut terbongkar setelah adanya pertanyaan warga terkait adanya pembuatan SIM B2 Umum secara instan.

Kecurigaan pun berlanjut, salah satu foto SIM B2 Umum yang dikirim melalui WA kemudian dilakukan pengecekan, dan ternyata tidak terdaftar di database SIM B2 Umum, melainkan terdata sebagai SIM C.

“Perbedaanya secara fisik terlihat dari bentuk foto dan tulisan. Sedangkan untuk material, material asli SIM dari Mabes Polri,” terang Wimpi, Senin (13/12).

Hakim juga menanyakan saksi terkait teknik yang dilakukan terdakwa. Saat itu, Aiptu Hendri Erhan menjawab, terdakwa melakukannya dengan cara merusak data asli dari SIM C, merubah data dengan cara menempelkan data baru menggunakan pinil.

“Untuk SIM asli, data menempel di material SIM, dan terleminating bersama logo,” terang Hendri.

Safrin SH selaku kuasa hukum terdakwa Dendi menuturkan, terdakwa tidak merasa keberatan atas keterangan kedua saksi dari kepolisian tersebut.

“Klien kita tidak menyangkal keterangan saksi. Saat ini, kita masih harus mengedepankan sikap praduga tak bersalah. Untum saksi yang meringankan, nanti kita lihat dahulu perkembangannya,” tutur Safri.

Sementara, M Abby Habibullah SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) menerangkan, selain terdakwa Dendi, dalam perkara ini ada terdakwa lain, bahkan ada dua tersangka baru.

“Terdakwa disidang secara terpisah, karena memiliki peranan masing-masing,” jawab Aby. Untuk sidang selanjutnya, pihaknya akan menghadirkan terdakwa lain dan saksi dari pihak perusahaan yang menggunakan jasa pembuatan SIM palsu. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Minggu Kedua Januari, Polda Sumsel Tangkap 56 Tersangka Pemain Narkoba

Palembang, Detik Sumsel — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel bersama Polrestabes dan Polres jajaran dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *